Namun, pelantun lagu "Kekasih yang Tak Dianggap" ini, ternyata pernah merasakan hidup melarat setelah pamornya meredup.
Saat dirinya sempat bangkrut, Pinkan Mambo bahkan rela berjualan pisang goreng keliling untuk menghidupi keluarganya.
Ia harus menahan malu lantaran banyak orang yang mengenal dirinya.
"Orang kan tahunya aku Pinkan Mambo, aku juga malu juga," ujar Pinkan Mambo.
"Oh, orang tahu itu Pinkan Mambo jual-jual pisang," timpal Raffi Ahmad.
"Tahu, aku juga cuma pakai daster gitu, pakai baju biasalah pakai sendal teplek," ungkap Pinkan Mambo.
"Ada rasa malu?," tanya Raffi.
Sambil mengusap air mata, Pinkan Mambo mengangguk mengiyakan perkataan Raffi.
"Tapi aku nggak boleh malu kan aku cari uang buat beli pampers anak gitu daripada aku nyolong, daripada minta-minta," tutur Pinkan Mambo.
"Siapa sih yang nggak tahu kak Pinkan kan, dari atas kita nggak pernah tahu tiba-tiba ada di bawah, pernah nggak sih ada yang nyibir atau ngehina?," kata Anwar.
Menjawab pertanyaan tersebut, Pinkan Mambo makin deras menangis mengingat kenangan buruknya.
"Bukan lagi kak, aku dikatain perempuan nggak bener, terus aku diludahin, aku dipukuli, uang aku diambil Rp 2 Miliar lebih," jawab Pinkan Mambo.
"Terus rumah aku diambil, mobil-mobil aku diambil," akunya.
"Siapa itu yang ngambil?," tanya Raffi.
"Ada kak, aku nggak mau nyebut di sini, pokoknya orang itu aku udah baikin tapi tusuk aku dari belakang sampai aku nggak ada uang," terang Pinkan Mambo.