TRIBUNWOW.COM - Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi Priadinata mengungkapkan fakta pembunuhan seorang anak kelas 1 SD berusia 8 tahun oleh orang tuanya sendiri.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (15/9/2020).
Diketahui sebelumnya pasangan suami berinisial IS (27) dan istrinya LH (26) menjadi tersangka penganiayaan yang mengakibatkan putrinya tewas.
• Fakta Tukang Galon Dibunuh Pelanggan: Tak Melawan, Lari dengan Penuh Darah hingga Akhirnya Ambruk
Hal itu terungkap saat warga di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Keneng, Lebak, Banten curiga dengan galian makam baru.
"Pada tanggal 12 September jam 08.00 WIB, makam baru itu ditemukan oleh orang yang akan berziarah. Orang yang akan berziarah itu menyampaikan informasi kepada pemerintah desa dan polsek," papar Edy Sumardi.
"Selanjutnya dilaporkan kepada Kasat Reskrim Polres Lebak, sehingga datang ke TKP (tempat kejadian perkara) setelah memberlakukan police line," lanjutnya.
Tim Kasat Reskrim lalu membongkar makam baru tersebut.
Saat setengah galian dibongkar, ditemukan jasad bocah 8 tahun tersebut masih dengan pakaian lengkap.
"Ditemukanlah jasad korban dengan pakaian yang sangat lengkap. Menggunakan jilbab, menggunakan legging, menggunakan lengan panjang," tutur Edy.
Polisi lalu berupaya melakukan identifikasi jenazah korban.
Sebelumnya pasangan suami istri itu membuat laporan kehilangan anak di polsek setempat untuk menutupi jejak kejahatan mereka.
• Warga Tak Curiga IS Pinjam Cangkul untuk Kubur Anaknya: Alasan Memakamkan Kucing Anggoranya
"Pernah mendapatkan informasi adanya laporan anak yang hilang pada tanggal 28 Agustus 2020. Ibu korban membuat laporan palsu di Polsek Setiabudi Jakarta Selatan," papar Edy.
Namun laporan ini justru membuat pihak polisi curiga karena ciri-cirinya sama persis dengan jenazah yang ditemukan.
"Dugaan laporan kehilangan anak ini yang ditelusuri Kasat Reskrim dengan timnya untuk mendalami laporan tersebut," lanjut Edy.
Dari situ polisi menyimpulkan laporan LH dengan penemuan jenazah di Lebak, Banten ada kaitannya.
"Karena dari laporan kehilangan anak yang dilaporkan ke Polsek itu sama ciri-cirinya dengan apa yang ditemukan Kasat Reskrim," jelas dia.
Dalam tayangan yang sama, sebelumnya Edy mengungkapkan motif LH tega menganiaya putrinya sampai tewas.
"Pemeriksaan yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Lebak, motif dari ibu korban adalah murni karena kesal, karena berulang pelatihan media daring tapi tidak mampu," terang Edy Sumardi.
"Mencubit, memukul dengan tangan kosong. Sehingga akhirnya menggunakan gagang sapu karena setelah dilakukan penganiayaan pun masih berulang tak mampu, karena sang anak di bawah tekanan," tambahnya.
Lihat videonya mulai menit 8:00
Warga Tak Curiga IS Pinjam Cangkul untuk Kubur Anaknya
Dalam tayangan yang sama, Edy menyebutkan motif penganiayaan tersebut adalah karena sang anak tidak kunjung paham saat belajar secara daring (online).
Setelah tewas, pasangan itu membawa jenazah putrinya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Keneng, Lebak, Banten.
"Pada saat itu anak dan istri itu berada di sepeda motor di depan TPU, menunggu pada tanggal 26 Agustus 17.00 WIB tersebut," jelas Edy Sumardi.
"Sehingga diduga itu tempatnya sepi dan jauh dari pemukiman," tambah dia.
Ia menuturkan jarak antara rumah dengan lokasi pemakaman itu kurang lebih tiga jam.
Sesampainya di TPU, IS meminjam cangkul pada warga yang tinggal 300 meter dari TPU untuk menguburkan anaknya.
• Pengakuan Ibu yang Aniaya Anak karena Susah Belajar Online: Suami Saya Nolak, Saya Yakinkan Dia
"Jadi memang sambil berjalan, sambil mencari tempat yang diduga aman, dapatlah TPU yang kecamatannya jauh tersebut. Sehingga dari TPU ke tempat dia pinjam cangkul itu jaraknya 300 meter baru dia ketemu rumah," kata Edy.
Pemakaman itu sendiri dilakukan sekitar pukul 17.30-18.15 WIB.
Warga yang dipinjami cangkul tidak merasa curiga karena alasan yang dibuat IS.
Selain itu, sang istri dan anaknya yang telah tewas menunggu di depan TPU, sehingga tidak diketahui warga tersebut.
"Jadi tersangka IS meminjam cangkul kepada seorang ibu yang berada di rumah tersebut. Meminjam cangkul dengan alasan untuk memakamkan kucing anggoranya yang meninggal, baru saja mati," tutur Edy.
"Si ibu tidak curiga karena datangnya si tersangka sendiri, kedua seperti muka kelelahan," lanjutnya.
"Karena rasa iba dan sudah agak sore, si pemilik cangkul tidak menanyakan lebih dalam," tambah Edy. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)