"Saya melihat bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak memberikan tanda-tanda itu (menarik rem darurat)," kata William.
"Sehingga ketika rem ditarik yang terjadi adalah tabrakan beruntun di belakang," sambungnya.
Kemudian William mengambil contoh keluhan yang disuarakan oleh beberapa pejabat negara soal keputusan rem darurat PSBB Jakarta.
"Pak Menko Perekonomian mengatakan, IHSG turun karena kebijakan Pak Gubernur (Anies)," kata William.
"Lalu Pak Wali Kota Bogor yang mengatakan, kebijakan PSBB belum jelas, dan tadi Pak Gubernur Jawa Barat juga mengatakan bahwa prescon-nya hari Rabu, koordinasi intens-nya baru dilakukan hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, sehingga presscon harus diulang, dan kebijakannya diganti," pungkasnya.
• Tak Salahkan Anies soal PSBB, Doni Monardo Tegaskan Status Tak Berubah: Lockdown Itu Pelarangan
Simak video selengkapnya mulai menit ke-6.30:
Ridwan Kamil Bantah Ada Adu Pendapat
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tegas menyatakan tidak ada persilangan pendapat saat pihaknya melaksanakan rapat koordinasi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.
Rapat koordinasi tersebut diketahui dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2020) tentang teknis PSBB DKI & strategi Jabodetabek.
Ridwan Kamil menjelaskan pada saat itu sejumlah menteri memang memberikan masukkan terkait pelaksanaan PSBB di Ibu Kota.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ridwan Kamil lewat acara SAPA INDONESIA MALAM, Minggu (13/9/2020).
Awalnya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyinggung soal pemberitaan yang heboh tak seperti apa yang terjadi di lapangan.
Ridwan Kamil menuturkan, pada rapat tersebut, semua pihak memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Anies harus didukung.
"Tapi kalau dalam rapat itu semua paham bahwa yang namanya niat dari Pemprov DKI ini harus didukung," kata dia.
• Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Bisa Isolasi Mandiri di Hotel, Pemerintah akan Tanggung Biayanya
Kendati demikian, Ridwan Kamil menekankan pentingnya koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan daerah sekitarnya.
Gubernur kelahiran Bandung itu menjelaskan bagaimana kebijakan yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta berpengaruh ke daerah sekitarnya, bahkan ke lingkup nasional.
"Dari awal juga saya selalu bilang ke Kepala Daerah Bodebek harus satu frekuensi," kata Ridwan Kamil.