Virus Corona

Dokter Reisa Jelaskan soal Penurunan Kasus Aktif di Berbagai Daerah, hingga Angka Kesembuhan Tinggi

Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah mengatur jam kerja di masa Normal Baru. Hal itu disampaikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalui Tim Komunikasinya, Dokter Reisa Broto Asmoro pada Senin (15/6/2020).

TRIBUNWOW.COM - Dari perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri, rata-rata kasus aktif di berbagai daerah cenderung mengalami penurunan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro, Senin (14/9/2020) di Kantor Presiden.

Per hari Senin, Reisa menyebut jumlah kasus aktif sebanyak 54.277 kasus, menurun dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 54.649 kasus. 

"Jika melihat kasus aktifnya, terjadi penurunan di beberapa tempat," papar Reisa dilansir dari laman Covid19.

Reisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Senin (8/6/2020). (KOMPAS.com/Dian Erika)

Satu Anggota Keluarga Panitia PPSMB UGM Positif Virus Corona, Sebagian Panitia Langsung Diisolasi

Ia merincikan sebaran kasus aktif per provinsi, tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 11.436 kasus aktif, mengalami penurunan dari hari sebelumnya sebanyak 12.078 kasus.

Tertinggi kedua berada di Jawa Barat dengan 6.443 kasus.

Jumlah ini mengalami kenaikan dari hari sebelumnya sebanyak 6.404 kasus.

Tertinggi ketiga di Jawa Tengah sebanyak 5.439 kasus mengalami penurunan dari hari sebelumnya sebanyak 5.518 kasus.

"Memang jumlah kasus aktif fluktuatif, tetapi dari data hari ini dapat dikatakan rata-rata jumlah kasus aktif di Indonesia banyak mengalami penurunan," lanjut Reisa.

Pada tingkat kesembuhan hari ini terdapat tambahan 3.395 kasus dan kesembuhan total menjadi sebanyak 158.405 kasus dengan recovery rate (tingkat kesembuhan) di angka 71%.

"Angka ini (kesembuhan) cukup tinggi ya, artinya 7 di antaranya 10 orang yang terkena Covid-19 sudah sembuh," jelasnya.

Sedangkan penambahan kasus positif baru hari ini sebanyak 3.141 kasus dan kumulatifnya 221.523 kasus.

Ia juga menginformasikan dari data Kementerian Kesehatan, bed occupancy ratio (BOR) atau ketersediaan tempat tidur dalam kondisi aman.

Kondisi ini katanya dapat mengantisipasi lonjakan jika terjadi lonjakan 20% sesuai ketentuan World Health Organization (WHO).

"Tetapi tentu kita tidak harapkan itu akan terisi ya," Reisa menambahkan.

Sempat Ajak Masyarakat Perangi Virus Corona, Kini Ade Firman Hakim Meninggal Diduga karena Covid-19

Halaman
12