TRIBUNWOW.COM - Melalui konferensi internasional dengan fokus ilmu sosial dan ilmu rekayasa, Universitas Mercu Buana meneropong dan menerobos masa depan, Senin (14/09/2020).
Sekalipun masa depan perkuliahan dalam tatap muka masih menjadi tanda tanya terkait dengan pandemi Covid 19, dunia pendidikan tidak boleh berhenti dan bahkan mahasiswa harus dipacu untuk melihat masa depan dengan lebih jelas.
Berbagai kendala, yang dihadapi oleh dunia pendidikan karena pandemi, seharusnya menjadikan dunia pendidikan dan anak didiknya semakin kreatif dan menemukan berbagai terobosan.
• Ramalan Zodiak Besok, Selasa 15 September 2020: Sagitaius Disanjung, Kuangan Capricorn Baik
Demikian kesimpulan wawancara kepada empat tokoh penyelenggara di balik konferensi internasional, Minggu (13/09/2020).
Konferensi yang dinamai MERCU BUANA INTERNATIONAL CONFERENCES ON SOCIAL SCIENCES (MICOSS) & ON BROADBAND COMMUNICATIONS, WIRELESS SENSORS AND POWERING (BCWSP) 28 -29 September 2020, akan diselenggarakan secara virtual.
Hingga kini telah terdaftar pemakalah (presenter) di MICOSS sebanyak 101 orang, BCWSP sebanyak 94 makalah dengan 40 makalah yang diterima untuk dipresentasikan dan jumlah partisipan yang terdaftar sebanyak 250 orang,
Keempat tokoh itu adalah Direktur Pasca Sarjana UMB Direktur Pascasarjana Prof. Dr. -Ing. Mudrik Alaydrus (Penanggung Jawab), Dr. Suraya, M. Si., (Ketua Panitia MICOSS), Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng (Ketua Panitia BCWSP) dan DR Achmad Mulyana M.Si (Ketua Acara).
Menurut Suraya, acara ini merupakan wadah pertemuan para ilmuwan, akademisi, peneliti dan praktisi di bidang Ilmu sosial.
Setelah munculnya pandemi, acara ini menjadi pertemuan yang sangat penting untuk bertukar dan berbagi pengalaman dan hasil penelitian mereka dari berbagai penjuru dunia.
“Dalam konteks saat ini, tema konferensi yang tidak berubah sangat memberikan arahan dunia masa depan. Entrepreneurship, Sustainability, Business and Comunication Era Society 5.0 tetap sebagai tema dan sangat futuristik jika dikaitkan dengan pandemi."
"Di Indonesia kita bisa melihat berapa banyak bisnis berbasis online muncul setelah pandemi menyerang. Dengan konfrerensi internasional ini, UMB berharap dapat memberi masukan kepada pemerintah terkati dengan pemanfaatan teknologi digital yang sekarang sudah mengubah pola hidup termasuk kerja dan komunikasi manusia,” ujar Suraya.
Oleh Ahmad Mulyana ditambahkan, selain mengundang pemakalah dari luar untuk berbagi ilmu, acara ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa Magister Ilmu komunikasi melalui penelitian sehingga memberikan kontribusi dalam pengembangan kompetensi di bidang komunikasi.
Mahasiswa harus disadarkan ada perubahan mendasar yang terjadi dalam dunia komunikasi sejak pandemi covid 19 menyerang dunia.
Para mahasiswa didorong untuk melihat kesempatan (opportunity) dalam perubahan yang fundamental ini.
Dalam konteks ini, mahasiswa magister ilmu komunikasi UMB harus menjawab tantangan dan diharapkan hasil penelitian yang dilakukan akan memiliki daya saing secara ilmu dengan perguruan tinggi lain.