Airlangga menyebutkan kapasitas rumah sakit di Indonesia, terutama Jakarta, masih memadai.
"Ketika mau menerapkan PSBB, Anies Baswedan mengatakan bahwa tanggal 17 rumah sakit di DKI sudah tidak mampu menampung pasien Covid-19," terang Refly.
Pernyataan ini dibantah Airlangga, sehingga kesan miskomunikasi muncul di antara kedua pemerintahan.
Refly lalu membacakan cuitan Jimly Asshissiqie yang dinilai cukup menohok tersebut.
"Kenapa tidak adakan dulu konsultasi dan koordinasi sebelum buat keputusan dan pengumuman tentang PSBB dsb. Pemda dan pemerintah pusat jangan terus-terusan berbeda dalam penanganan Covid-19. Bikin malu dan malah bahayakan keselamatan warga. Inisiatif bisa dari pemda/pempus. Yang penting saling kontak. Jangan main politik terus," tulis Jimly, Kamis (10/9/2020).
"Untuk pelajaran ke depan, baiknya menteri-menteri dan pejabat pusat jangan lagi buat statement asal beda dengan Gubernur, terutama DKI seolah benarkan persepsi terjadinya jegal-jegalan untuk Pilpres 2024. Pemerintah pusat kok beroposisi ke Pemda. Aneh, lucu, dan bahaya. Baiknya presiden luruskan dan pemda juga tahu posisi sebagai subsistem," lanjutnya pada Sabtu (12/9/2020).
Refly menilai tanggapan itu tidak seperti biasanya.
"Tumben-tumbennya Prof Jimly membuat twit seperti itu," komentar dia.
Lihat videonya mulai dari awal:
Anies Baswedan Klaim Sudah Sepakat dengan Pemerintah Pusat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pemerintah pusat sudah menyetujui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan Kabar Utama di TvOne, Sabtu (12/9/2020).
Diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan PSBB total setelah sebelumnya menjalankan PSBB transisi.
• Sebut Pemda DKI Menjerit Gegara Pilihan Anies soal PSBB, Wakil Ketua DPRD Jakarta: Memang Pahit