Faktor lain yang menjadi pertimbangan Rossi untuk pensiun adalah kesulitan beradaptasi dengan ban Michelin terbaru.
Rossi selalu dibuat mengeluh karena kesulitan mengemudikan motor dengan gaya membalapnya.
Kepala teknisi, David Munoz, juga dipandang belum bisa menghadirkan perkembangan.
• Jelang MotoGP San Marino 2020, Miguel Oliveira Siap Perpanjang Catatan Buruk Valentino Rossi
Alasan selanjutnya pembalap 41 tahun itu memikirkan pensiun adalah regenerasi yang sedang dicoba Yamaha.
Sejak 2017, tim Jepang itu mencoba mengandalkan bibit-bibit muda untuk mengarungi kelas MotoGP.
Mereka memulai rencana tersebut dengan merekrut bakat muda seperti Johann Zarco, Jonas Folger, Maverick Vinales, Franco Morbidelli, dan Fabio Quartararo.
Quartararo bahkan sekarang sudah menggusur posisi Rossi sebagai pembalap tim pabrikan untuk 2021.
Keadaan selanjutnya yang membuat Rossi memikirkan untuk menggantung helm adalah kabar temannya, Andrea Dovizioso.
Dovizioso sekarang sudah memutuskan untuk hengkang dari Ducati pada pengujung musim ini.
Meski memutuskan hengkang, pembalap 34 tahun itu mengatakan optimistis bisa melanjutkan karier balapnya pada tahun depan.
Melihat temannya itu sedang mencari tim, Rossi dikabarkan akan memberikan jatah jaminannya di tim satelit Yamaha kepada Dovizioso.
• Livio Suppo Sebut MotoGP Musim 2020 Aneh: Tanpa Marc Marquez Ada Banyak Keseimbangan dan Kejutan
Dovizioso juga dulu pernah menunggangi motor YZR-M1 pada 2012 ketika bergabung dengan Tech3.
Hasilnya dia mampu bercokol di peringkat keempat klasemen MotoGP 2012 dengan menghasilkan enam kali podium tanpa kemenangan.
Sementara menurut pemberitaan The Race, tim satelit Yamaha itu dikabarkan telah menghubungi Dovizioso.
Melalui pemberitaan yang ditulis jurnalis MotoGP ternama, Simon Patterson, Dovizioso sudah dijadikan cadangan oleh tim yang dipimpin Razlan Razali itu.