Terkini Nasional

Pertanyakan Apa yang Salah dari Adanya Influencer, Ali Ngabalin: Apakah Ada Laporan yang Tertutup?

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin menilai bahwa tidak ada yang salah dari keberadaan para influencer, dalam acara Dua Sisi 'tvOne', Kamis (27/8/2020).

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin menilai bahwa tidak ada yang salah dari keberadaan para influencer.

Oleh karenanya, Ali Ngabalin menegaskan bahwa keberadaan influencer tidak perlu dipersoalkan.

Terlebih menurutnya influencer tersebut memiliki tujuan yang baik, yaitu membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikannya dalam acara Dua Sisi 'tvOne', Kamis (27/8/2020).

Perdebatan terjadi antara Rocky Gerung (kiri) dengan Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin (kanan), dalam acara Dua Sisi, Kamis (27/8/2020). (Capture YouTube Talk Show TvOne)

Rocky Gerung Sebut Adanya Influencer karena Komunikasi Buruk KSP, Ngabalin: Kau yang Salah Berpikir

Dalam kesempatan itu, Ali Ngabalin memposisikan kedudukan influencer layaknya opinion leader yang memiliki tugas meneruskan pesan atau informasi dari pemerintah kepada masyarakat luas.

Dirinya pun mengibaratkan seperti pemuka pendapat, kyai, pastur, ulama, pendeta dan semacamnya.

"Kalau influencer kan ini sama juga, kita sebut bagaimana kita membutuhkan seorang publik figur atau mungkin dia sebagai opinion leader terkait pesan-pesan atau satu program yang dilakukan atau diluncurkan oleh pemerintah," ujar Ali Ngabalin.

"Sebutlah seperti belajar merdeka, kenapa pemerintah membutuhkan selain daripada opinion leader, pemuka pendapat, pimpinan ormas, kyai, pastur, ulama, pendeta dan lain-lain dalam menyampaikan satu pesan yang dilakukan pemerintah," jelasnya.

"Termasuk di dalammya influencer."

Oleh karenanya, menurutnya tidak ada yang salah sebenarnya dari keberadaan influencer.

Ali Ngabalin juga menegaskan bahwa keberadaanya tidak melanggar aturan atau hukum yang berlaku.

Termasuk dari dari segi anggaran, dikatakannya, pemerintah tidak lantas menutup-nutupinya, sehingga bisa dikawal langsung oleh masyarakat.

ICW dan Rocky Gerung Soroti Dana Influencer Rp90,45 Miliar, Ali Ngabalin: Bukan Urusanmu Itu

"Apa yang salah dari sana? Adakah regulasi yang ditabrak, adakah regulasi yang bertentangan," kata Ali Ngabalin.

"Kalau terkait dengan anggaran pendapatan belanja negara dana publik, dana rakyat, apakah ada satu laporan yang tertutup, ataukah ada penggunaan dana yang tertutup sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat, buktinya ICW bisa melakukan itu," terangnya menutup.

Simak videonya mulai menit ke-10.10:

Rocky Gerung Sebut Adanya Influencer karena Komunikasi Buruk KSP

Pengamat Politik Rocky Gerung memberikan pandangannya terkait kemunculan influencer pemerintah.

Keberadaan influencer tersebut sempat menjadi sorotan lantaran menghabiskan uang negara senilai Rp 90,45 miliar yang merupakan temuan dari Indonesia Corruption Watch (ICW).

Dilansir TribunWow.com dalam acara Dua Sisi 'tvOne', Kamis (27/8/2020), Rocky Gerung menilai bahwa influencer memang diperlukan untuk bisa menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat.

Pengamat Politik Rocky Gerung memberikan pandangannya terkait kemunculan influencer pemerintah, dalam acara Dua Sisi 'tvOne', Kamis (27/8/2020). (Youtube/Talk Show tvOne)

 

• Debat Rocky Gerung soal Influencer, Staf Menkominfo: Minimal Saya Profesor Beneran, Anda Belum Tentu

Namun di satu sisi, menurut Rocky Gerung, kemunculan influencer menandakan ada fungsi komunikasi yang tidak jalan dari pemerintah.

Dirinya pun tidak segan mencontohkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang dinilai memiliki peran tersebut.

"Influencer itu akhirnya diperlukan karena pola komunikasi Ngabalin buruk," ujar Rocky Gerung.

Tidak sependapat dengan apa yang disampaikan Rocky Gerung, Ali Ngabalin menegaskan bahwa influencer memang dibutuhkan untuk membantu pemerintah menyebarkan informasi.

Dirinya mengingatkan bahwa orang-orang influencer itu juga merupakan rakyat Indonesia dengan keunggulan memiliki reatifitas tinggi.

Ia pun mempertanyakan kenapa justru terasa disepelekan fungsinya.

"Memang diperlukan, influencer itu siapa sih? China, orang asing, itu adalah anak-anak Indonesia yang memiliki kreatifitas yang bagus," jawab Ali Ngabalin.

"Otakmu yang harusnya diperbaiki," imbuhnya.

• Sebut Tuduhan Rocky Gerung ke Pemerintah Sesat, Ali Ngabalin: Referensi Apa yang Dipakai?

Meski mengakui ada benarnya apa yang diterangkan oleh Ali Ngabalin, Rocky Gerung masih tetap mempertanyakan fungsi dan keberadaan dari influencer.

Menurutnya, semakin banyaknya influencer maka semakin menandakan fungsi komunikasi dari pemerintah terbilang buruk.

Sebaliknya, jika pemerintah mampu melakukan menyampaikan komunikasinya dengan baik kepada masyarakat, maka  Rocky Gerung memastikan tidak akan mungkin ada influencer.

"Jadi yang diterangkan Ngabalin itu semuanya diperlukan untuk mensubsidi kekurangan pikirannya Ngabalin," katanya.

"Di mana logikamu, di situ kau yang salah berpikir," bantah Ali Ngabalin.

"Kalau anda sudah benar enggak perlu ada influencer," jelas Rocky Gerung.

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)