Terkini Daerah

Niat Henry Bunuh Sekeluarga di Sukoharjo Muncul saat Main Game Online, Langsung ke Dapur Ambil Pisau

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelaku pembunuhan satu keluarga Henry Taryatmo (41) memperagakan aksi bengisnya menghabisi 4 nyawa sekaligus saat reka ulang di Mapolres Sukoharjo (kiri), Kamis (27/8/2020).

"Ya Allah," teriak Sri Handayani yang tertusuk di bagian dada sambil memegangi lukanya.

Setelah itu Suranto terbangun mendengar teriakannya istrinya.

Mendapati istrinya bersimbah darah, Suranto syock dan berteriak "Heeee...hee," seperti yang terlihat dalam adegan rekonstruksi.

Henry Taryatmo yang panik kemudian mendatangi Suranto dan menusukkan pisau di dadanya sebanyak lima kali.

Giliran anak pertama, RF (10) yang bangun dan menangis melihat ayah dan ibunya bersimbah darah.

Henry Taryatmo yang melihat anak tersebut menangis mendatanginya di depan kamar tidur korban dan memberikan 7 tusukan.

Setelah itu, anak kedua korban DI (6) juga ikut terbangun dan sekalian dihabisi oleh Henry Taryatmo.

"Iya kami melakukan rekonstruksi ini agar lebih jelas kronologinya," jelas dia.

• Kronologi Wanita di Jambi Siram Wajah Ibu Pakai Air Panas, Ngaku Kesal Kerap Dinasihati

Untuk diketahui kasus ini terungkap dengan penemuan empat jenazah yang seluruhnya merupakan keluarga Suranto pada Jumat (22/8/2020) malam.

Kondisi mayat juga sudah mengenaskan, karena timbul bau busuk yang diperkirakan telah tewas selama tiga hari.

Mereka di antaranya Suranto (43)  yang merupakan Kepala Keluarga (KK), Sri Handayani (36) RRI (10) yang masih duduk di bangku Kelas 5 SD dan DAH (6) yang masih TK.

Dalam hitungan jam, Polres Sukoharjo berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan menangkap Henry Taryatmo di kawasan Sukoharjo.

Henry Taryatmo memiliki hubungan kerja dengan Suranto (korban). Keduanya juga teman sejak SD.

(TribunSolo/Ryantono Puji Santoso)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Seusai Habisi 4 Nyawa Sekeluarga di Baki Sukoharjo, Pelaku Sempat Mandi & Minum di Rumah Korban