TRIBUNWOW.COM - Musisi sekaligus politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mengungkapkan alasannya maju di kontestasi Pemilihan Pilpres 2024.
Giring Ganesha sebelumnya sudah mantap dan optimis untuk bersaing dalam Pilpres 2024 mendatang.
Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube Partai Solidaritas Indonesia, Senin (24/8/2020), dirinya mengatakan bahwa alasannya maju di perhelatan pemilihan presiden 2024 tidak terlepas dengan kondisi terpuruk yang sempat dialami oleh keluarganya.
• Wanti-wanti Giring yang Ingin Maju di Pilpres 2024, Dicky Candra: Mudah-mudahan Cepet Sadar
Dalam kesempatan itu, Giring mengakui bahwa dirinya hanyalah berasal dari keluarga biasa, bukanlah anak orang kaya maupun juga berasal dari keluarga elit partai politik.
Namun yang membuatnya merasa tergugah hatinya untuk bisa terjun di dunia politik adalah kondisi terpuruk yang dialaminya bersama keluarga.
Hal itu terjadi tepatnya pada saat krisis pada tahun 1998 silam.
"Izinkan saya bercerita tentang latar kehidupan saya sehingga akhirnya mengambil keputusan besar ini," ujar Giring.
"Saya lahir dari keluarga biasa, keluarga kelas pekerja. Saat krisis 98 karena beban ekonomi yang berat, bapak saya terserang stroke dan akhirnya meninggal dunia," ungkapnya.
Mantan vokalis grup band Nidji itu mengatakan bahwa krisis 1998 itu disebabkan karena kesalahan dari sistem politiknya.
Sehingga berdampak besar, tidak hanya dari segi politiknya saja, melainkan juga sektor-sektor lainnya, termasuk ekonomi.
"Salah urus politik pada masa itu membuat hidup keluarga saya dan jutaan anak muda lainnya jadi sangat berat," kata Giring.
• Di Balik Klaim Giring Ganesha Didukung Sejumlah Parpol Maju Pilpres 2024, PSI: Secara Formal Belum
Selain itu, hal lain yang menggerakkan hatinya untuk terjun ke politik, termasuk maju di Pilpres 2024 adalah lantaran pengalaman hidup di Jakarta yang memprihatinkan, satu di antaranya adalah langganan mengalami banjir.
Namun dikatakannya kondisi tersebut sudah berangsur berubah setelah banyak yang peduli terhadap lingkungan.
Termasuk dirinya yang ikut membantu bersama para pahlawan dengan rompi berwarna oranye.
Selain lingkungan, beberapa perubahan cukup terlihat dari pelayanan publik yang dinilai semakin modern.
Menurutnya, perubahan kondisi tersebut tentunya tidak terlepas dari peran para pemimpin yang ditentukan melalui politik.
"Perjumpaan kedua saya dengan politik datang tidak terduga. Selama puluhan tahun, rumah keluarga saya di Jakarta langganan kena banjir," ungkapnya.
"Tapi tiba-tiba tahun 2015, saya dan tetangga saya heran, kok sekarang enggak banjir lagi."
"Sejak itu saya mulai memperhatikan ada banyak yang berubah di sekitar saya. Ada pasukan oranye yang rutin membersihkan sampah ada juga pasukan biru yang membersihkan sungai," jelas Giring.
"Sebelumnya, berpuluh tahun saya dan jutaan orang di Jakarta percaya bahwa kota ini enggak akan pernah berubah, mulai angkutan umum yang tidak tertata, pelayanan publik yang lambat," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 2.10
Dicky Candra Wanti-wanti Giring yang Ingin Maju di Pilpres 2024
Mantan wakil wali kota Garut Dicky Candra menyebut Giring masih memerlukan waktu untuk belajar soal politik.