Terkini Nasional

Tanggapi Kemunculan KITA sebagai Pro Pemerintah, Refly Harun: KAMI Enggak ada Urusan dengan KITA

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), dalam tayangan Youtube Refly Harun, Selasa (25/8/2020).

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).

Seperti yang diketahui, KITA belum lama ini dideklarasikan oleh para relawan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019 di Gedung Joeang, Jalan Menteng 31, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020).

Munculnya KITA bisa dikatakan menyusul yang lebih dulu ada gerakan moral bernama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Satu di antara deklarator KAMI adalah Refly Harun yang dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta pada Selasa (18/8/2020).

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/8/2020). Hadir sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Said Didu. (Kompas.com/Istimewa)

Sindiran Ruhut Sitompul kepada Refly Harun yang Gabung KAMI: Tak Punya Prestasi di Komisaris BUMN

Dilansir TribunWow.com, melihat kondisi tersebut, Refly Harun mengatakan bahwa tidak lantas membuat keduanya menjadi bertentangan atau sengaja dipertentangkan.

Karena keduanya tentunya mempunyai kedudukan yang bertolak belakang.

KITA bisa dikatakan pro atau pendukung pemerintah, sedangkan sebaliknya, KAMI merupakan oposisi dari pemerintah.

Namun dirinya hanya berharap keduanya sama-sama berjalan dengan visi dan misi baiknya masing-masing.

"Kenapa kita mau pertentangkan, ya dua-duanya berjalan secara baik saja dengan visi dan misi masing-masing," ujar Refly Harun.

"Ya mudah-mudahan dua-duanya baik dan efektif," imbuhnya.

Menurutnya jika yang terjadi justru seperti itu, dibenturkan, maka disebutnya benar ada yang tidak beres di dalam pemerintahan.

Dirinya pun menyimpulkan bahwa pemerintahan sudah selayaknya bersifat otoriter.

Lantaran menyiptakan lawan untuk menentang yang menentang pemerintahan.

Refly Harun Justru Singgung Sikap Erick Thohir saat Jawab Kritik Ruhut soal Kontribusinya di BUMN

"Lalu kenapa kita harus berbenturan? Justru kalau misalnya dibenturkan itu menunjukkan bahwa perilaku negara itu kayak negara otoriter, jadi negara otoriter itu kalau ada kelompok sipil yang kuat, maka dia akan ciptakan kelompok sipil lainnya agar saling berantem," ungkapnya.

Lebih lanjut, Refly Harun menegaskan bahwa gerakan KAMI tidak mempunyai urusan dengan KITA, melainkan urusannya adalah dengan pemerintah yang sedang berkuasa.

Oleh karenanya, ia berharap nantinya KITA justru menjadi penghalang tujuan dari KAMI yang sebelumnya sudah memberikan 8 poin tuntutan supaya dipenuhi oleh pemerintah.

"Kan KAMI enggak ada urusan dengan KITA. Silakan KITA mendeklasrasikan diri dengan visi dan misinya masing-masing dan tidak perlu saling menganggu," terangnya.

"Walaupun narasi-narasi yang diciptakan Kak Maman dalam dua kali bertemu saya, narasi yang menyudutkan, sama seperti Ruhut juga," kata Refly Harun.

"Karena yang kita address itu pemerintah, bukan kelompok KITA dan di situ semuanya menginginkan pemerintah penyelenggara negara itu menjalankan fungsinya sebaik-baiknya," pungkasnya.

Ruhut Sitompul Sindir soal Dipecat dari Komisaris, Refly Harun: Jangan Asal Bunyi Bang, Enggak Enak

Simak videonya mulai menit ke- 14.57

Sindiran Ruhut Sitompul kepada Refly Harun yang Gabung KAMI

Pengacara Ruhut Sitompul memberikan sindiran keras kepada Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

Dilansir TribunWow.com, sindiran tersebut diberikan Ruhut Sitompul terkait sikap dari Refly Harun yang memilih bergabung bersama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Hal itu disampaikan langsung oleh Ruhut Sitompul di melalui unggahan akun Twitter pribadinya, Sabtu (21/8/2020).

Kolase foto Ruhut Sitompul (kiri) dan Refly Harun (kanan). Ruhut Sitompul menyindir gerakan KAMI sebagai 'barisan sakit hati'. (Capture YouTube Refly Harun)

• Akhirnya Turun Gunung, Gatot Nurmantyo Merasa Sumpahnya Terusik dan Bentuk KAMI: Saya Punya Utang

Dalam kesempatan itu, Ruhut menyinggung soal keterlibatan Refly Harun di dalam pemerintahan ketika menjabat sebagai Komisaris Umum Pelindo I di bawah Kementerian BUMN.

Selain Refly Harun, Ruhut juga menyebut bahwa orang-orang yang bergabung dalam KAMI kebanyakan sudah pernah menjadi pejabat pemerintahan.

Dirinya lantas mempertanyakan peran atau kontribusi apa yang sudah diberikan untuk negara ketika masih menjabat.

Sebelum pada akhirnya saat ini mereka sudah mempunyai aliran yang berbeda, yakni menjadi kerap memberikan kritik terhadap jalannya pemerintahan.

"Saya mengerti karena kita ini tahu yang deklarasi di KAMI itu bukan orang yang tidak pernah diberi kesempatan," ujar Ruhut.

"Mereka pernah diberi kesempatan, tapi apa yang mereka lakukan?" ucapnya.

Lebih lanjut, Ruhut secara terang-terangan memberikan sorotan khusus kepada Refly Harun yang disebutnya sudah dua kali menjadi komisaris.

Dikatakannya diberhentikannya Refly Harun dari jabatannya di BUMN lantaran tidak ada prestasi yang diberikan.

• Jika 8 Tuntutan KAMI Tak Dipenuhi Pemerintah, Said Didu: Kami Serahkan Kembali kepada Rakyat

Sementara itu terkait sikapnya yang sekarang bergabung dengan KAMI dinilai tergabung dalam barisan sakit hati lantaran didepak dari pemerintahan.

"Contohnya Refly Harun, orang pintar, tidak semilitan kawan-kawan saya yang ada di KITA (Kerapatan Indonesia Tanah Air). Refly Harun sudah dua kali komisaris utama bos, di BUMN," jelasnya.

"Eh, tahunya karena tidak punya prestasi diberhentikan jadi barisan sakit hati, gabung dengan para barisan sakit hati lainnya," ungkap Ruhut.

"Udah belajarlah menunjuk hidung sendiri sebelum menunjuk hidung orang lain," pungkasnya.

Simak videonya:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)