TRIBUNWOW.COM - Penyuntikan vaksin Covid-19 sudah mulai dilakukan oleh pemerintah.
Suntik vaksin Covid-19 pada 19 relawan pertama dilakukan di RS Pendidikan Universitas Padjadjaran pada Selasa (11/8/2020).
Satu di antara 19 relawan, Fadly Barjadi Kusuma (32), mengatakan bahwa dirinya tidak merasakan sesuatu yang menganggu setelah penyuntikan vaksin Covid-19.
• Direktur LBME Ungkap Problem Selanjutnya setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan dan Siap Divaksinasi
"Secara umum sih Alhamdulillah enggak ada," ujar Fadly dikutip TribunWow.com dari Tribun Jabar pada Kamis (13/8/2020).
Efek samping vaksin Covid-19 disebut-sebut hanyalah peningkatan suhu tubuh skala ringan, sedang, dan berat hingga mencapai lebih dari 39 derajat celcius.
Selain itu terjadi bengkak pada titik di mana dilakukan penyuntikan.
Fadly bersyukur bahwa rupanya efek samping tak dirasakannya hingga 24 jam.
"Efek samping itu Alhamdulillah enggak ada juga setelah 24 jam," ujar Fadly pada Rabu (12/8/2020).
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online (Ojol) di Kota Bandung itu hanya merasakan kantuk yang berat setelah beberapa jam disuntik vaksin Covid-19.
Meski demikian ia tidak tahu apakah kantuk tersebut bagian dari efek samping Covid-19 atau bukan.
"Cuma sorenya, kemarin, lima jam setelah penyuntikan, saya merasa ngantuk sekali, ngantuknya enggak biasa. Saya tidurin, pulas. Bangun-bangun tadi pagi dibangunin istri. Enggak tahu apakah efek samping atau bukan," jelas dia.
• Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil: Pengetesan Ini Bukan sebagai Kelinci Percobaan
Setelah itu, Fadly mengaku sudah bisa bekerja seperti biasanya.
"Sekarang sudah biasa bekerja, kembali beraktivitas seperti biasa," sambungnya.
Selain dirinya, Fadly mengatakan bahwa sang istri, Mira (32) juga ikut mendaftar menjadi relawan ujicoba vaksin Covid-19.
Fadly mengatakan bahwa penyuntikan itu hanya berjalan sebentar.
"Alhamdulillah tadi lancar. Disuntik vaksinnya cuma kurang dari 1 menit. Istri sudah daftar jadi relawan juga, katanya nanti sesi dua," ujar Fadly pada Selasa (11/8/2020).
Sebelum disuntik vaksin Covid-19, Fadly sempat melewatkan orderan penumpang demi mempersiapkan mentalnya sebelum disuntik.
Sehingga demi mengais rezeki untuk anak dan istri, Fadly langsung mengaktifkan lagi akun ojolnya untuk melayani penumpang.
"Setelah ini, mungkin saya aktifkan lagi ponselnya siapa tahu ada orderan antar penumpang. Setelah itu pulang ketemu istri dan anak," ucap Fadly.
• Resah Banyak Kabar Hoax soal Covid-19, Erlina Burhan Tak Setuju dengan Klaim Antibodi: Mana Mungkin
Terkait motivasinya ikut vaksin Covid-19, Fadly mengaku dilakukan demi istri dan anak.
Ia tak ingin sampai sakit hingga tak bisa bekerja.
Apalagi selama ini dirinya harus berhubungan dengan banyak orang dalam bekerja sebagai driver ojol.
Selain itu, jika berhasil maka dirinya bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
"Saya kerja di luar. Pas saya pulang, saya tidak mau bawa virus sampai istri anak jadi korban. Motivasi besarnya buat masyarakat juga, setelah ini berhasil kan bermanfaat buat orang lain juga," ucapnya.
Fadly tak menampik dirinya sempat takut disuntik vaksin.
Meski demikian dorongan demi memenuhi kebutuhan anak jauh lebih penting.
• Kisah Driver Ojol Disuntik Vaksin Covid-19: Yang Paling Saya Takutkan Tak Bisa Nafkahi Anak-Istri
"Soal efek samping, sempat takut sih. Tapi saya sudah melewati fase takut itu. Tapi yang paling saya takutkan itu, saya tidak bisa kerja dan tidak bisa nafkahi anak istri,"kata dia.
Rencananya, vaksin Covid-19 asal negara Tiongkok ini diujikan pada 16.20 relawan.
Saat ini sudah ada sekitar 1.200 relawan yang mendaftar.
Ridwan Kamil Jelaskan Alasan Kerja Sama Vaksin Covid-19 dengan Tiongkok
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil angkat bicara terkait pro kontra yang muncul dengan pengadaan vaksin Covid-19.
Satu di antara yang menjadi sorotan bahwa vaksin itu diproduksi Biofarma bekerja sama dengan perusahaan yang berasal dari Tiongkok, Sinovac.
Klarifikasi Ridwan Kamil soal vaksin Covid-19 itu diungkapkan melalui acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang pada Selasa (11/8/2020).
Ridwan Kamil mengatakan bahwa sebenarnya ada empat negara asal pembuat vaksin Covid-19 yang dilirik oleh pemerintah untuk kerja sama, termasuk dari Tiongkok.
Namun dari keempat negara itulah, hanya perusahaan dari Tiongkok, Sinovac yang sudah siap untuk diajak kerja sama.
Sedangkan negara-negara lain masih memproses vaksin tersebut.
"Nah vaksin ini sudah ada di Kota Bandung siapa yang akan dipergunakan di Indonesia, meluruskan Hoaks."
"Jadi satu yang ada di Tiongkok, kedua dari Korea, ketiga dari Inggris, keempat dari Indonesia sendiri."
"Tapi yang dari Korea, Inggris, Indonesia belum selesai tahap satu, tahap duanya," jelas Ridwan.
• Di ILC, Anies Baswedan Bahas soal Atasi Corona: Kami Tidak Mendengarkan Klaim Orang Tidak Jelas
Selain karena sudah siap digunakan, Sinovac juga sudah biasa bekerja sama dengan perusahaan obat di Indonesia, Biofarma.
Kedua perusahaan itu bekerja sama dalam membuat vaksin-vaksin penyakit lainnya.
"Yang sudah selesai dari empat negara ini adalah Sinovac yang memang sudah bikin kerja sama dengan Biofarma di vaksin-vaksin lain," ungkapnya.
Ridwan Kamil menjelaskan, Sinovac itu sudah selesai dalam mengembangkan vaksin lantaran wabah itu sendiri sudah terjadi lebih dulu dibanding negara lain.
"Dan mereka mendahului karena kasus Covidnya kan Tiongkok duluan maka riset juga duluan," kata dia.
Ridwan Kamil juga mengatakan bahwa dengan adanya BUMN yang mengurusi vaksin penyakit di Jawa Barat itu bisa menjadi keuntungan.
Sekali lagi, vaksin dari Tiongkok dipilih lantaran dianggap paling siap dibanding negara-negara lainnya.
"Jadi kenapa dipilih Tiongkok yang karena mereka paling siap, jadi enggak usah milih-milih ibaratnya kita lagi perang, kita mau nembakin musuh ga ada alat, senjatanya ada buatan China pake aja yang ada sambil kita berikthiar mendapat alat-alat perang melawan Covid lebih baik," kata dia. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Jabar dengan judul BEGINI yang Dirasakan Relawan Setelah 24 Jam Disuntik Vaksin Covid-19, Ngantuk yang Tidak Biasa