Terkini Daerah

Ganjar Minta Warga Tak Terprovokasi Penyerangan di Solo: Semua Sudah Proses, Polisi Tak Tinggal Diam

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo angkat bicara terkait kasus penyerangan oknum ormas intoleran di Solo pada Sabtu (12/8/2020).

Dilkutip TribunWow.com dari channel YouTube tvOneNews terlihat sejumlah orang tak dikenal marah dan berteriak-teriak di lokasi kejadian.

Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai menjelaskan kronologi serangan ormas terhadap rumah warga di Pasar Kliwon, Solo, pada Sabtu (8/8/2020) malam. (Capture YouTube TvOne)

 

• Fakta Oknum Ormas di Solo Bubarkan Acara Pernikahan, Sempat Bubarkan Diri hingga 3 Orang Jadi Korban

Tampak pula seorang pengendara motor ditendang begitu saja oleh seorang oknum hingga terjatuh.

Disebutkan pemotor tersebut dikeroyok secara bersama-sama.

Beruntung warga dan polisi sigap dan berhasil menangani kericuhan yang terjadi.

Andy Rifai mengatakan bahwa kejadian itu mengatakan bahwa penggerudukan terjadi karena acara dianggap tidak sesuai dengan kelompok mereka.

"Tadi malam kita mendapatkan informasi bahwa dari kelompok intoleran itu melakukan menggeruduk ke warga itu."

"Mereka menganggap ada kegiatan yang menurut mereka tidak sesuai," jelas Andy.

Mendengar informasi itu, pihaknya langsung bergegas ke TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Saat evakuasi warga, oknum itu melakukan penyerangan lagi.

"Dengar informasi itu kita langsung bergerak ke sana dan kita melakukan negosiasi."

"Pada saat evakuasi itulah kelompok mereka melakukan tindakan yang melukai warga," jelasnya.

• Berusaha Lindungi Warga, Kapolresta Solo sampai Tak Ingat Dipukul Ormas: Di Tengah Jalan Dicegat

Ia membenarkan dirinya juga terkena pukulan ketika melindungi warga.

"Waktu saya berupaya untuk melindungi mereka memang sempat memukul saya."

"Saya terus bertahan agar bisa mengamankan korban," ungkapnya.

Tak berhenti di sana rupanya oknum ormas itu tak langsung membubarkan diri.

Halaman
1234