Terkini Daerah

Video Penampakkan Pendaki 18 Tahun Tewas di Gunung Piramid, Rekan Korban Singgung Makam Thoriq

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Satu lagi pendaki ditemukan tewas di Gunung Piramid Bondowoso pada Minggu (9/8/2020).

TRIBUNWOW.COM - Satu lagi pendaki ditemukan tewas di Gunung Piramid Bondowoso pada Minggu (9/8/2020).

Diketahui sebelumnya seorang siswa SMP bernama Thoriq meninggal di Gunung Piramid pada Mei 2019

Dikutip channel YouTube Tribunnews.com dari unggahan akun Instagram bondowosoexplore pada Senin (10/8/2020), Multazam pelajar 18 tahun dari SMAN 1 Tenggarang, Bondowoso ditemukan tewas dalam kondisi tertelungkup.

Puncak Piramid dari Gunung Saeng.  Satu lagi pendaki ditemukan tewas di Gunung Piramid Bondowoso pada Minggu (9/8/2020). (Dok. @bondowosoexplorer)

 

Pencarian Jasad Pendaki Gunung Piramid Berjalan Dramatis, Tim Evakuasi Kenali Ciri-ciri Survivor

Seorang laki-laki yang membantu evakuasi korban membenarkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

"Korban sudah kita temukan tapi kondisi sudah tidak bernyawa lagi," ujar pria itu di dekat lokasi penemuan mayat Multazam.

Dalam video yang beredar tampak dua rekan korban turut membantu tim evakuasi untuk menunjukkan tempat terjatuhnya korban.

Seorang rekan Multazam menyebut dirinya terpisah dengan korban setelah melewati lokasi di mana meninggalnya Almarhum Thoriq beberapa waktu lalu.

Kemudian dirinya tidak terlalu mengerti apa yang terjadi.

"Dan ini Bayu (menunjuk teman di belakangnya) wah kebeneran pada saat kejadian, saya dan teman saya bernama Ari lagi ada di tepat setelah makam (tempat meninggalnya) si Thoriq."

"Setelah itu si Adi dan si dia (Multazam) terus naik ke puncak setelah itu enggak paham bagaimana," jelas rekan Multazam.

Pelajar SMA di Bondowoso Jatuh ke Tebing Gunung Piramid, Ternyata Baru Kembali dari Berfoto

Rekan Multazam yang lain mengatakan bahwa beberapa rombonngannya termasuk korban sudah sampai puncak.

Saat turun rekan-rekan Multazam berulang kali sudah memperingatkan agar turun gunung dengan merangkak.

Lantaran celana dan sandal berlubang akibat merangkak beberapa di antaranya sempat nekat untuk turun dengan berdiri

"Turun dari puncak sudah dikasih tahu untuk turun merangkak pas itu bilangnya celana teman saya yang bolong karena habis merangkak."

"Itu pas sepatu saya robek makanya saya berdiri sama temen saya jangan berdiri mas bahaya,"ceritanya.

Detik-detik Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Lawu, Korban Alami Lecet di Tangan dan Muka

Halaman
123