Diketahui setelah Pilpres 2019, Prabowo bergabung dalam pemerintahan menjadi Menteri Pertahanan.
"Bukan hanya karena serentaknya, kita sudah dua kali loh head-to-head seperti itu," kata Effendi Gazali.
"Walaupun elitnya masuk menjadi pimpinan bersama, 'kan belum tentu rakyatnya atau pemilihnya bisa demikian," lanjutnya.
"Jadi ini perlu dipikirkan juga apakah nanti presidential treshold akan tetap jalan," tambah dia.
M Qodari segera menanggapi pemaparan Effendi.
"Itu tergantung Pak Effendi Gazali apakah nanti akan judicial review lagi ke Mahkamah Konstitusi?" ungkit Qodari.
Effendi membenarkan dirinya pernah menyampaikan usulan tersebut.
Ia menyebutkan pernah memberi usul agar pemilihan serentak dibagi menjadi pemilihan presiden dan legislatif nasional, serta yang kedua adalah pemilihan kepala daerah.
"Kalau usulan yang pertama 'kan memilah pemilihan secara nasional dan pemilihan daerah," jawab dia.
Lihat videonya mulai menit 3:50
Elektabilitas Prabowo Masih Paling Tinggi
Pakar hukum tata negara Refly Harun membahas elektabilitas Prabowo Subianto berdasarkan hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam kanal YouTube Refly Harun, diunggah Rabu (15/7/2020).
Refly Harun mengaitkan hasil survei elektabilitas sejumlah tokoh politik terkait Pemilihan Presiden 2024 mendatang.