TRIBUNWOW.COM - Faridah, merupakan jemaah haji Indonesia yang bisa dikatakan cukup beruntung.
Dirinya mendapatkan kesempatan langka untuk menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Mekah di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Karena di satu sisi, ibadah haji tahun ini, kondisinya jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dilansir TribunWow.com, ibadah haji tahun ini hanya diikuti oleh 1.000 jemaah, sangat sedikit jika dibandingkan dengan tahun 2019 bisa lebih dari 2,5 juta jemaah.
• Menilik Ibadah Haji di Arab Saudi dengan Menerapkan Social Distancing, Hanya Terima 1.000 Jemaah
Kondisi tersebut memaksa para calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini harus menunda untuk tahun depan.
Tidak terkecuali calon jemaah haji dari Indonesia meski merupakan negara dengan jumlah kuota haji terbanyak dari negara-negara lain di luar Arab Saudi.
Dari 1.000 jemaah haji yang berangkat ke Mekah, 13 di antaranya adalah warga Indonesia, itupun kebanyakan karena memang sudah menetap di Arab Saudi.
Satu di antaranya yang mendapatkan kesempatan tersebut adalah Faridah, seorang ibu rumah tangga yang telah menetap di Khobar, Arab Saudi sejak tahun 2019 lalu.
Dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Minggu (2/8/2020), Faridah mengungkapkan perasaannya setelah menjadi satu dari 1.000 jemaah yang beruntung.
Faridah merasa dan menyakini bahwa kesempatan itu benar-benar menjadi panggilan nyata dari Allah SWT kepadanya.
"Saya tergerak hati saya bahwa ini memang panggilan buat saya," ujar Farida.
"Kenapa saya yang dipilih, karena saya tuh tinggal di Khobar," jelasnya.
"Setelah tahu kalau saya dipilih, ternyata beberapa teman juga apply registrasi untuk haji tahun ini."
• Penyebab Meninggalnya Ustaz Asmala dan Epin saat Sembelih Hewan Kurban di Hari yang Sama
Farida atau yang sering dipanggil Ata itu mengaku sempat dilema, lantaran di satu sisi rencananya untuk bisa berhaji dengan keluarganya belum bisa terwujud pada tahun ini.
Dirinya lantas meminta izin kepada sang suami setelah mendapatkan pemberitahuan dari pihak haji Arab Saudi yang menyatakan diterima.
"Kemudian saya bicara sama suami saya, 'Bang Ata diterima untuk haji, kemarin daftar, Ata berangkat enggak ya Bang?' 'Ata mau?' 'Ya sudah berangkat saja, biar Abang yang jaga anak-anak'," terang Farida menyampaikan percakapannya dengan suami.
Lebih tidak menyangkanya lagi menurut Farida adalah tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksakan hajinya tersebut.