Terkini Daerah

Motif Suami di Pamulang Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Dipicu Masalah Uang Kembalian

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

A, terduga kasus PKDRT di Mapolsek Pamulang, Minggu (26/7/2020).

TRIBUNWOW.COM - Polisi sebut kasus penganiyaan istri hingga tewas di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) oleh suaminya dipicu masalah uang.

Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto mengatakan, Pelaku A (40) kesal terhadap istrinya Tayibbah (28) lantaran dianggap sering melakukan kesalahan saat melayani pembeli di toko sembako miliknya.

"Pelaku seringkali salah paham di saat istrinya melayani pembeli, kembaliannya suka lebih" ujar Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/7/2020).

Punya 5 Bawahan, Ini Cara Bos Begal Berusia 14 Tahun di Bandara Soetta Rekrut Anak Buah

Karena merasa rugi, lanjut dia, A bertengkar dengan istrinya dan melakukan pemukulan.

Pelaku mengaku hanya menggunakan tangan kosong saat melakukan aksinya.

Kendati demikian, Supiyanto menyebut bahwa saat ini pihaknya masih terus mendalami motif penganiayaan tersebut.

"Masih terus kami dalami motifnya, baru keterangan sementara. Kami masih tunggu hasil otopsi dari RS Polri Kramat Jati dan meminta keterangan saksi-saksi lain," ungkapnya.

Disaksikan Sendiri oleh Istri dan Anaknya, Petani di Sumut Tewas Diterkam Buaya dan Belum Ditemukan

Sebelumnya, Tayibbah tewas pada Minggu (26/7/2020) dengan luka lebam di sekujur tubuhnya.

Polisi mendatangi kontrakan korban di kawasan Jalan Kubis 1, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan setelah mendapat laporan warga.

Warga melaporkan kasus itu lantaran melihat sejumlah luka lebam di tubuh korban yang sudah tidak sadarkan diri di dekat A.

"Warga lihat ada lukanya dan langsung telepon polisi," kata Supiyanto kemarin.

Berdasarkan pemeriksaan sementara polisi, di bagian wajah, perut, paha, dan tangan kanan korban terdapat luka memar dan lebam.

"Tidak ada luka tusukan dan senjata tajam. Semuanya luka memar," ungkapnya.

Pengamat Yakini Gibran Rakabuming Belajar dari AHY, Sebut Momentum Tepat Maju ke Pilkada Solo 2020

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diotopsi.

Sementara tersangka dibawa Polisi ke Polsek Pamulang untuk diperiksa dan disidik lebih lanjut.

Supiyanto menyebutkan bahwa A telah mengakui perbuatannya.

A memukul istrinya hingga tewas.

Badan Penuh Lebam

Tewasnya Tayibbah kebetulan diketahui oleh seorang warga yang hendak membeli sesuatu di toko milik Ansori sekira pukul 09.00 WIB.

Saksi mengatakan saat itu dirinya melihat Tayibbah sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.

Dirinya mengaku melihat luka lebam di sekujur tubuh Tayibbah yang saat pingsan.

Akhirnya warga itu segera melapor kepada pihak berwajib.

Pelaku kini telah diamankan di Polsek Pamulang.

Pada foto yang diterima oleh TribunJakarta.com, nampak luka memar di sekujur tubuh Tayibbah.

"Ada di muka, paha kanan, perut, tangan kanan, kiri. Banyak luka memarnya," terang Supiyanto.

Supiyanto mengatakan pelaku kini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 Pasal 44 ayat 3 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Ancaman hukumannya 15 tahun. Perbuatan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya orang lain," ucap dia.

Korban Pernah Kabur Bersembunyi

Seorang tetangga Tayibbah dan Ansori, yakni Umar mengaku bahwa korban pernah kabur bersembunyi.

Umar menceritakan kala itu kamar mandi rumahnya dimasuki oleh korban yang datang diam-diam saat waktu subuh.

"Itu sekitar delapan hari lalu. Jam empat pagi dia ngumpet," ujar Umar saat ditemui TribunJakarta.com di rumahnya, Senin (27/7/2020).

Umar dan istrinya kemudian diberitahu oleh korban bahwa dirinya dianiaya oleh Ansori.

"Bilangnya habis berantem saja. Katanya lagi berantem," kata Umar pendek.

Kala itu Tayibbah mengatakan bahwa hubungan dirinya dengan suaminya sendiri tidak baik.

Di siang harinya, Umar mendapati pelaku yang kebingungan mencari keberadaan Tayibbah.

Umar pun akhirnya memberitahukan keberadaan Tayibbah karena merasak tak enak dengan pelaku.

Sesampainya di rumah Umar, Ansori langsung bersujud di depan Tayibbah dan meminta maaf.

Namun permintaan maaf itu tak mengubah perilaku Ansori.

Seusai kejadian itu, Tayibbah tetap mendapat perlakuan kasar hingga akhirnya tewas.

Seorang saksi bernama Kris mengatakan pernah melihat korban dihajar oleh pelaku saat seminggu sebelum korban tewas.

"Saya pernah ngeliat waktu itu lagi beli rokok, semingguan lalu. Saya lagi membeli rokok lihat mereka berantem. (Tayibbah, red) dipukul sekali, menangis gitu," cerita Kris kepada TribunJakarta.com. (Kompas.com/Tria Sutrisna/TribunWow.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan TribunJakarta.com dengan judul "Polisi: Suami di Pamulang Aniaya Istri hingga Tewas karena Masalah Uang Kembalian" dan Ibu Hamil Muda Sembunyi di Toilet Tetangga Hindari Amukan Lalu Pingsan, Suami Menangis MenyesalUang Kembalian Lebih: Tayyibah Tewas Dianiaya Suami, Malam Suka Cekcok, Dini Hari Pernah Begini