Terkini Daerah

Sakit Hati Disebut Bodoh, Begini Pengakuan Murid Sekaligus Pelaku Pembunuhan Guru SD Dalam Ember

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sosok pembunuh Guru SD EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yakni Ardiansyah (18) memberikan kesaksian pada Jumat (10/7/2020).

"Tante saya itu gurunya yang seharusnya di hormati. Tapi malah diperlakukan kejam begitu. Kami ingin keadilan," ungkap Sela sambil menangis.

Sedangkan menurut pengakuan Ardiasnyah melalui Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk, pelaku mengaku tega membunuh gurunya juga karena dendam.

Ardiansyah mengaku sakit hati disebut dongak (bodoh) oleh korban.

"Dendam sama korban," tanya Danny Ardiantara Sianipar.

"Ya," jawab korban, Jumat (10/7/2020) saat konferensi pers di Mapolres Banyuasin.

• Kesaksian Kakak Guru SD yang Mayatnya di Dalam Ember: Saya yang Angkat Jenazahnya, Sudah Kaku

Sebelumnya, Ardiansyah disebut selalu menangis dan menundukkan kepala.

Selain dendam, polisi juga mengungkapkan bahwa Ardiansyah membunuh gurunya itu karena birahinya naik setelah melihat konten porno.

"Dulu tersangka pernah dihina oleh gurunya (korban) pada waktu kecil, tetapi kejadian pada hari itu adalah tersangka habis nonton film b***p, lalu birahinya naik,"

"Karena ada dendam juga dengan korban lalu mencarinya," kata Danny Ardiantara Sianipar.

Polisi juga mendapat keterangan dari tetangga korban bahwa Ardianysah sering mengintip korban.

Lihat Video Pemakaman Korban:

 

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Sebagian Artikel ini telah tayang di  Tribun Sumsel dengan judul Sosok Ardiansyah Tersangka Pemerkosa dan Bunuh Gurunya Sewaktu SD di Banyuasin, Dikenal Nakal dan di Sripoku.com dengan judul Pengakuan Pelaku Pembunuh Guru di Banyuasin, Saat Sekolah Dirinya Sering Dipanggil Bodoh