Terkini Daerah

Jawaban Kapolresta Solo soal CCTV Rekam Pelaku Tabrak Lari di Overpass Manahan: Kita Zoom Pecah

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral video kecelakaan di Overpass Manahan Solo Juli 2019.

TRIBUNWOW.COM - CCTV di Overpass Manahan, Solo merupakan satu bukti kuat yang merekam terjadinya insiden tabrak lari yang menewaskan Retnoning Tri (54) pada Juli 2019 lalu.

Namun meskipun dengan bukti CCTV dan keterangan sejumlah saksi pelaku tabrak lari tak kunjung tertangkap meskipun kasus sudah lewat satu tahun.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan meskipun ada kamera CCTV yang merekam, kualitas dari rekaman tersebut tak cukup bagus untuk bisa melihat dengan jelas plat nomor mobil pelaku tabrak lari.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai dalam acara obrolan virtual Tribunnews.com, overview, Kamis (9/7/2020). Andy menjelaskan soal rekaman CCTV yang merekam pelaku tabrak lari di Overpass Manahan Solo. (YouTube Tribunnews.com)

Kapolresta Solo Luruskan soal Pernyataan Kantongi Identitas Pelaku Tabrak Lari Flyover Manahan

Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri acara obrolan virtual Tribunnews.com, overview, Kamis (9/7/2020).

Sebelum memeriksa CCTV, Andy mengatakan pihak kepolisian saat itu segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengorek keterangan lebih lanjut dari rekaman CCTV.

Andy menuturkan kualitas rekaman CCTV menjadi kendala bagi pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tabrak lari itu.

"Kita berupaya untuk mencari rekaman CCTV yang ada, di rekaman CCTV yang kita dapatkan ternyata CCTV yang ada di TKP itu apabila sudah masuk ke DVR-nya, otomatis akan terkompres," ujar dia.

Selain bergantung pada CCTV yang berada di Overpass Manahan, Andy mengatakan upaya juga dilakukan dengan menelusuri CCTV yang berada di sepanjang Slamet Riyadi.

Ia mengatakan semua CCTV baik milik Dishub maupun swasta, seluruhnya diperiksa secara menyeluruh.

"Kemudian kita juga berupaya untuk mengurutkan kira-kira pelaku sebelumya itu dari mana saja," ujar Andy.

Namun hasil penyelidikan rekaman CCTV berbuah nihil karena kualitas gambar yang buruk.

"Dari bukti CCTV yang ada, setelah kita zoom untuk mencari identitas detilnya ternyata pecah," terang Andy.

Upaya lain yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menggali informasi dari rekaman CCTV adalah memanggil ahli dan mengirim bukti rekaman CCTV ke laboratorium forensik.

"Kemudian untuk melihat detilnya, kita juga sudah memanggil namanya analis CCTV yang ada di Solo."

"Karena yang paling jelas itu adalah CCTV yang ada di Overpass, bahwa yang sepanjang Slamet Riyadi, kemudian yang di Adi Sucipto, terlihat hanya sepintas mobil itu pada saat bergerak," papar Andy.

Halaman
123