Peretasan tersebut dilakukan pihak berwenang yang berhasil mencegat jutaan pesan, beberapa di antaranya telah ditindaklanjuti dan yang lainnya dapat digunakan untuk bukti penyelidikan lebih lanjut.
• Selfie di Depan Jasad Korban Pembunuhan, Dua Polisi Ditahan seusai Menyebarkan Foto di Whatsapp
Penangkapan Ratusan Kriminal di Inggris
Kepolisian Inggris telah berhasil menangkap ratusan kriminal setelah sukses membongkar jaringan telepon rahasia yang digunakan komplotan tersebut.
Dalam operasi penangkapan tersebut, pihak kepolisian juga telah berhasil menggagalkan ratusan rencana kejahatan yang akan dilakukan.
Operasi tersebut disusun secara rahasia dan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Inggris, Kamis (2/7/2020).
Dilansir ladbible.com, Jumat (3/7/2020), sebanyak 746 tersangka telah ditahan dan pihak kepolisian telah menyita uang tunai sebesar 54 juta poundsterling atau sekitar 970 miliar rupiah.
Selain itu, pasukan polisi Inggris juga telah membawa barang bukti berupan dua ton obat-obatan dan 77 senjata api.
Operasi yang telah dipersiapkan selama dua bulan tersebut disusun setelah Badan Kejahatan Nasional dan berhasil memecahkan sistem telepon rahasia yang disebut EncroChat.
Sistem ini mirip dengan WhatsApp tetapi hanya tersedia pada ponsel yang direkayasa secara khusus.
Atas operasi penangkapan tersebut, Scotland Yard mengatakan bahwa dari 177 orang yang ditahan selama operasi, 99 orang telah didakwa sejauh ini.
Adapun razia ini dilakukan di 23 daerah yang merupakan wilayah Inggris baik dari London hingga daerah Newry di Irlandia Utara.
"Operasi ini adalah kegiatan yang paling signifikan, tentunya dalam karir saya, kami pernah melakukan melawan kriminalitas yang serius dan terorganisir di London," ujar Komisaris Cressida Dick.
"Kelompok-kelompok kejahatan terorganisir telah menggunakan komunikasi terenkripsi untuk melancarkan operasi mereka."
"Mereka telah secara terbuka mendiskusikan plot untuk membunuh, mencuci uang, menangani narkoba dan menjual senjata api yang mampu menyebabkan adegan mengerikan di komunitas kami. Mereka kurang ajar dan berpikir mereka berada di luar jangkauan hukum," paparnya.
Menurut Komisaris Cressida Dick, kejahatan terorganisir ini tidak menghormati batas-batas geografis dan cepat beradaptasi untuk memanfaatkan peluang.
Ia juga mengatakan bahwa operasi penangkapan tersebut telah memungkinkan pihak kepolisian untuk menargetkan para penjahat besar yang telah dicurigai namun tidak dapat ditangkap karena kurangnya bukti-bukti.