TRIBUNWOW.COM - Setidaknya ada tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengalami overload atau sudah melebihi batas kapasitas normal.
Dilansir TribunWow.com, kondisi tersebut terjadi lantaran pasien kasus Covid-19 di Sidoarjo khususnya terus bertambah.
Dan sebaliknya kapasitas dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan hanya memiliki jumlah yang terbatas.
• Sentil Jiwa Bonek, Keluarga TNI AD Jatim Kecewa pada Warga Surabaya: Risma Teriak Itu Nggak Cukup
Update terbaru hingga Kamis (2/7/2020), kasus Corona di Sidoarjo mencapai 1.704 kasus, dan masuk dalam zona merah.
Dikutip dari acara Kabar Khusus 'TV One', Kamis (2/7/2020), ketujuh rumah sakit tersebut di antaranya adalah RSUD Sidoarjo, RS Mitra Keluarga Waru, RS Siti Khodijah Taman, RS Anwar Medika Kriyan, RS Siti Hajar Sidoarjo, dan RS Pusdik Gasum Porong.
Atas dasar itu, ketujuh rumah sakit rujukan Covid-19 itu sudah tidak lagi menerima pasien baru untuk sementara waktu.
Hal itu lantaran ruang isolasi khusus untuk merawat Pasien Covid-19 sudah dipastikan penuh.
Kini ketujuh rumah sakit tersebut masih fokus untuk menyembuhkan pasien yang sudah ditangani sejak beberapa waktu lalu.
Sementara itu untuk pasien baru Covid-19 akan dilarikan atau dirujuk ke rumah sakit rujukan di Surabaya, Malang, Madiun, atau daerah lain.
Kondisi tersebut juga diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman.
Dirinya mengatakan untuk menyikapi kondisi tersebut, pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah mendatangkan dua mobil laboratorium PCR.
Dengan harapan bisa digunakan untuk segera melakukan pemeriksaan kepada pasien Covid-19.
Supaya hasil pemeriksaan bisa lebih cepat keluar.
• Akhirnya Risma Buka Suara soal Aksi Sujud di Kaki Dokter: Saya adalah Jenderal Perangnya di Surabaya
Dengan begitu pasien yang sudah dinyatakan negatif maka bisa langsung dipulangkan, supaya bisa ditempati oleh pasien lain.
"Jadi memang tujuh rumah sakit kami saat ini sedang kondisinya penuh semua," ujar Syaf Satriawarman.