Kabinet Jokowi

Ali Ngabalin Tak Kunjung Jawab soal Menteri Tidak Kerja, Fadli Zon Tersenyum: Anda Setuju Enggak?

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politisi Gerindra Fadli Zon (kanan) tertawa saat Tenaga Ahli Utama KSP Ali M Ngabalin (kiri) tidak kunjung menjawab pertanyaannya, dalam acara ILC, Selasa (30/6/2020).

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon bereaksi tersenyum saat Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak saat keduanya diundang dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne, Selasa (30/6/2020).

Sebelumnya Jokowi mengecam kinerja menterinya yang dinilai kurang tanggap menangani pandemi Virus Corona (Covid-19) dalam pidato pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020) lalu.

Ali Ngabalin di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (16/6/2020) (channel Youtube Indonesia Lawyers Club)

Effendi Gazali Minta Jelaskan Isu Reshuffle, Ali Ngabalin: Bapak Kan yang Ajarkan Saya Komunikasi

Mulanya, politisi PKS Nasir Djamil menyinggung penyerapan anggaran untuk Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan masih sangat minim, yakni baru 1,53 persen.

"Sebenarnya logikanya sederhana. Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang) sudah disediakan, kemudian presiden mengeluh dan jengkel kenapa daya serapnya rendah," kata Nasir Djamil.

"Pertanyaan publik kan kemudian apakah daya serap rendah itu karena menterinya tidak bekerja atau uangnya tidak ada?" lanjutnya.

Nasir menyinggung anggaran yang dikucurkan untuk penanganan Covid-19 terus bertambah.

Ali Ngabalin berusaha memotong penjelasan Nasir untuk menjelaskan.

Presenter Karni Ilyas kemudian menengahi perdebatan yang muncul di antara keduanya.

"Supaya Anda senada dengan presiden, jawabannya menterinya enggak kerja," kata Karni Ilyas berseloroh.

Ali Ngabalin kembali menjelaskan maksudnya sebagai pihak pembantu presiden.

"Bukan, maksud saya begini," kata Ali Ngabalin.

Namun sebelum penjelasan itu disampaikan, Fadli Zon memotong dan mengajukan pertanyaan kepada Ali Ngabalin.

Ia menyinggung keluhan Jokowi yang menyebutkan kinerja para menterinya tidak menunjukkan kemajuan.

Di ILC, Effendi Gazali Analisis Deretan Peristiwa Pemicu Kemarahan Jokowi: Ada Ultah Presiden

"Pak Ngabalin, saya mau tanya kepada Anda. Apakah Anda setuju dengan pernyataan presiden bahwa enggak ada progress yang signifikan?" tanya Fadli Zon.

"Bukan di situ masalahnya, Fadli," bantah Ali Ngabalin.

Fadli Zon mendesak Ngabalin menjawab pertanyaan tersebut.

"Anda setuju apa enggak? Anda setuju enggak?" tanya Fadli Zon.

Ali Ngabalin mencoba menjelaskan dana yang dikucurkan pemerintah itu sudah disetujui DPR.

"Kalau DPR sendiri meragukan persetujuan Perppu tentang tidak ada dana, logika apa dipakai? Itu pembodohan kepada rakyat Indonesia," papar Ngabalin.

Fadli menilai Ali Ngabalin tidak menjawab pertanyaannya.

Ia kembali menuntut jawaban dari Tenaga Ahli Utama KSP tersebut.

"Itu hal yang lain. Pertanyaan saya, Anda setuju enggak dengan presiden?" desak Fadli Zon.

Ali Ngabalin mengelak dan menyebutkan pertanyaan itu bukan poin utama yang harus dibahas.

"Tidak di situ posisinya," kata Ngabalin.

"Anda setuju apa enggak?" cecar Fadli Zon.

Melihat Ali Ngabalin tidak kunjung menjawab pertanyaannya, Fadli Zon tertawa.

Jubir PKS Sebut Jokowi Cuci Tangan dengan Reshuffle, Ali Ngabalin: Persepsi yang Terlalu Jauh

Lihat videonya mulai menit 12:50

Effendi Gazali Pertanyakan Peran Ali Ngabalin

Di sisi lain, sebelumnya, pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali mempertanyakan peran dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Hal itu terjadi ketika Effendi Gazali dan Ali Ngabalin membahas terkait kemungkinan adanya resuffle atau perombakan menteri oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Selasa (30/6/2020).

Dilansir TribunWow.com, Effendi Gazali kemudian mengatakan bahwa penampilan dari Ali Ngabalin justru lebih banyak sebagai juru bicara dari presiden.

• Pakar Komunikasi Effendi Gazali Tebak-tebakan Menteri yang akan Direshuffle Jokowi, Singgung Menkes

Menurutnya, Ali Ngabalin lah yang lebih banyak berbicara untuk menjelaskan ke publik terkait suatu permasalahan yang sedang ramai dibincangkan.

"Sebelumnya saya ingin mengatakan Pak Ali Ngabalin ini kan Tenaga Ahli Utama tapi penampilannya lebih banyak sebagai juru bicara," ujar Effendi.

Selain itu, Effendi langsung menanyakan hal inti kepada Ali Ngabalin.

Yakni berkaitan dengan gambaran menteri atau lembaga yang masuk dalam rencana pencopotan dari Jokowi.

Hal itu supaya tidak ada lagi  tebak-tebakan ataupun dugaan-dugaan dari masyarakat.

Pakar komunikasi Effendi Gazali membahas pidato kemarahan Joko Widodo (Jokowi), dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Selasa (30/6/2020). (Capture YouTube Apa Kabar Indonesia TvOne)

"Saya mau balik dengan mengatakan jangan kami pengamat yang diminta menebak-nebak," katanya.

"Doktor Ali Mochtar Ngabalin sebagai orang dalam istana, apa tahu lembaga mana sih yang sebetulnya kurang lebih ada kemungkinan akan dibubarkan itu," tanya Effendi.

Menanggapi pertanyaan dari Effendi, Ali Ngabalin pun menjelaskan bahwa statusnya di KSP juga untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan, baik dari presiden sendiri maupun dari istana.

Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan yang diinstruksikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

• Effendi Gazali Ibaratkan Jokowi seperti Liverpool saat Tangani Virus Corona: Youll Never Walk Alone

"Saya mau kasih tahu saja bahwa perintah Kepala Staf Jendral Moeldoko kepada saya itu mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Bapak Presiden dan istana negara mengkomunikasikan ini kepada publik," terang Ali Ngabalin.

"Jadi itu sebabnya kenapa kami-kami itu disebut sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden," tegasnya.

Sementara itu menanggapi terkait rencana reshuffle, Ali Ngabalin mengatakan bahwa keputusan tersebut sangat wajar terjadi karena merupakan kewenangan dari seorang presiden.

Namun dikatakannya, sampai sejauh ini belum ada gambaran mengenai lembaga apa atau menteri siapa yang akan mendapatkan reshuffle.

"Kita musti kembali lagi kepada kewenangan presiden, beliau mempunyai hak prerogatif untuk bisa melakukan apa saja untuk kepentingan bangsa dan negara termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat," kata Ali Ngabalin.

"Tidak ada sama sekali belum ada gambaran (lembaga), tetapi itu kan menjadi bagian daripada otoritas tertinggi dari Presiden," pungkasnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis/Elfan)