Terkini Nasional

Ke UAS, Rocky Gerung Beberkan saat Jadi Pembimbing Skripsi Dian Sastro: Supaya Enggak Ada Gosip

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat politik Rocky Gerung, diunggah Sabtu (9/5/2020).

Hal itu diungkapkan Rocky Gerung melalui channel YouTube Kompas TV pada Kamis (11/6/2020).

Pada kesempatan itu, Rocky Gerung turut membantah bahwa dirinya adalah buzzer Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

• Rocky Gerung Sebut Buruknya Demokrasi Era Jokowi, Fadjroel Rachman Terbahak: Semua Salah Jokowi

Rocky Gerung menyebut buzzer ini biasanya merupakan orang-orang yang kekurangan uang.

"Karena buzzer ini ada buzzer yang mungkin mantan wartawan, wartawan kekurangan uang terus jadi buzzer gitu."

"Ada mantan aktivis itu, mantan LSM jadi buzzer karena butuh uang itu, ada buzzer yang dosen, dosennya ya standar-standar saja direkrut jadi buzzer," ujar Rocky.

Sehingga, mereka diduga Rocky memiliki bekal pengetahuan terkait dunia politik.

Namun, bersembunyi di akun-akun anonim.

"Jadi mereka punya pengetahuan tentang siapa si tokoh itu, rententan itu ada, karena dia wartawan, karena dia adalah LSM, karena dia adalah dosen, jadi dia punya data itu tuh."

Pengamat Politik, Rocky Gerung berdebat dengan juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman dalam acara Rosi yang tayang di KompasTV, Kamis (11/6/2020). Fadjroel meminta Rocky menjawab siapa sosok buzzer pemerintah. (YouTube Kompastv)

"Kemudian bersembunyi di akun-akun anonim," ujar Rocky.

Akibatnya, Presenter Rosi bertanya apa bedanya buzzer Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selalu membela pria asal Solo itu dengan Rocky sendiri yang selalu mengkritik pemerintah.

Rosi juga menyinggung bahwa Rocky pernah disebut sebagai buzzer AHY.

"Nah jadi menurut Anda apa yang membedakan Anda selalu mengkritik Pak Jokowi dengan buzzer yang selama ini membela Pak Jokowi?"

"Kan ada tuduhan seorang Bung Rocky, ah Bung Rocky ini buzzernya AHY,' tanya Rosi.

• Mengiyakan Orde Baru, Rocky Gerung: Kalau Sudah Demokratif Tak Perlu Ada Fadjroel Cukup Ngabalin

Halaman
1234