"Makanya dengan penelitian yang harus kita lakukan saat ini yang bersifat lokal tentu saja nanti outputnya juga harus lokal, maksudnya apakah terapi ini juga harus kita sesuaikan dan penanganannya juga akan berbeda."
"Ini adalah virus baru, jadi kita harus mencari tahu dan meneliti secara terus menerus," sambung dia.
Soal lama daya tahan tubuh menghadapi Virus Corona, Jaka Pradipta mengatakan hingga beberapa bulan dan tahun.
Menurutnya, tubuh memerlukan waktu dalam mengenali virus yang masuk.
• Apakah Cuaca Berpengaruh terhadap Penyebaran Covid-19 di Indonesia? Ini Hasil Temuan BMKG
Meski demikian, dirinya belum dapat memastikan karena belum ada penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.
"Mengenai daya tahan tubuh, memang untuk virus ketika tubuh kita sudah mengenali virus ini akan terbentuk antibodi," kata Jaka Pradipta.
"Memang dalam waktu beberapa bulan hingga tahun dia akan menurun daya tahan tubuh kita untuk mengenali virusnya, sehingga memang butuh booster biasanya, untuk menambah kemampuan kita untuk mengenali virusnya."
"Namun, saat ini data belum bisa menunjukkan berapa lama, berapa kuatkah daya tahan tubuh kita untuk terus menjaga tubuh kita, karena virus terus bermutasi, sehingga penelitian terus berjalan," tandas dia.
Simak videonya mulai dari menit awal:
(TribunWow/Elfan Nugroho/Vintoko)