RC mengaku saat itu ia baru saja pulang dari rumah orangtuanya di Lasi, Kecamatan IV Angkat Candung, Kabupaten Agam.
Saat ditemukan oleh RC, MY sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh tergantung di loteng rumah.
"Korban ditemukan tewas tergantung pertama kalinya oleh suaminya tadi sekitar pukul 12.20 WIB," ujar Kapolres Bukittinggi AKBP Iman P Santoso yang dihubungi Kompas.com, Senin (15/6/2020).
Suami korban kemudian menemukan sebuah secarik kertas yang ada di dekat jasad MY.
Ketika dibuka, kertas tersebut berisi permohonan maaf yang ditulis oleh korban untuk suaminya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
>>https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Anda juga bisa menghubungi Hotline Psychology Mobile RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta 08122551001.
(TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Seorang Ibu Tewas Tergantung, Ditemukan Secarik Kertas Permintaan Maaf" dan "Merasa Kurang Disayang, Ibu Ini Gantung Diri, Tinggalkan Secarik Kertas Permintaan Maaf "