Virus Corona

Prediksi Corona di Indonesia Berakhir September, Ilmuwan UK Petra: Awalnya Project Mata Kuliah

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Prediksi ilmuwan SUTD tentang akhir pandemi Virus Corona di Indonesia, update Selasa (5/5/2020).

Ia mengatakan adanya 3 jenis gelombang yang diprediksikan dapat terjadi pada masa depan.

"Prediksi Epidemiologi untuk Indonesia ini bisa ada tiga gelombang. Ini maksudnya ada 3 prediksilah ke depan," ujar Bonny.

Terkait prediksi tersebut, Bonny menjelaskan adanya kemungkinan gelombang penularan yang akan melonjak kemudian langsung menurun dan terkendali.

Selain itu, gelombang penularan Covid-19 tersebut juga bisa menanjak, kemudian menurun dan meningkat kembali.

Terakhir, Bonny menjelaskan kemungkinan gelombang tersebut melandai, yang berarti virus tersebut akan selalu ada di masyarakat.

"Yang pertama kita akan mencapai puncak kemudian turun, bentuknya seperti lonceng, kita bisa sampai titik terendah, kita bisa bilang terkontrol," tutur Bonny.

"Tapi bisa juga dia (kurva epidemiologi) naik, turun, tapi kemudian dia naik lagi, atau kemudian dia naik, turun, tapi dia kemudian melandai, jadi ada terus," lanjutnya.

• Risma Sebut Masa Transisi seusai PSBB Malah Lebih Berat: Ini Amanah bagi Warga Surabaya

Bonny memperingatkan bahwa pemerintah harus berhati-hati saat memutuskan kapan akan membuka kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di lokasi episentrum Covid-19.

Ia mengemukakakan kemungkinan adanya penyebaran Virus Corona gelombang kedua, bila pembatasan dibuka di saat yang kurang tepat.

"Nah ini ada 3 yang bisa terjadi di masa depan, kalau kita tidak menyikapi dengan hati-hati kapan kita harus membuka, artinya kan ini PSBB dijalankan, kalau kita tidak hati-hati kapan buka tutupnya, bisa jadi kita punya yang gelombang kedua, karena urusan di gelombang pertama belum selesai," ungkap Bonny.

Saat ditanya mengenai kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini, Bonny menuturkan bahwa penularan sedang menurun.

Namun penurunan tersebut masih sangat dekat dengan puncak kurva dan masih ada potensi kenaikan kembali.

"Kalau saya melihat ini sekarang sedang menurun, tapi belum optimal, turunnya seperti masih agak puncak, baru turun sedikit," jelas Bonny.

"Dan belum konsisten," pungkasnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis/Noviana)