Virus Corona

Apakah Cuaca Berpengaruh terhadap Penyebaran Covid-19 di Indonesia? Ini Hasil Temuan BMKG

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona - Apakah cuaca panas dapat mencegah penyebaran Virus Corona. Ini hasil penelitian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Dari kajian ini, Supari berkata bahwa analisis tersebut sesuai dengan temuan ilmuwan China dan Jerman.

Lantas, benarkah suhu yang makin panas memperlambat penyebaran Covid-19?

Menjawab pertanyaan ini, Supari mengatakan ada beberapa penelitian yang telah mengaitkan penyebaran Covid-19 dengan suhu suatu daerah.

Hasilnya ada dua kelompok jawaban.

Kelompok pertama mengatakan bahwa suhu panas dapat memperlambat penyebaran Covid-19 dan kelompok kedua menyebut bahwa suhu yang tinggi tidak berpengaruh pada penyebaran Covid-19.

Dari hal tersebut, Supari mengatakan bahwa riset tentang kaitan iklim dengan Covid-19 menghasilkan beragam kesimpulan.

"Sepertinya kesimpulan yang berbeda itu didasarkan pada uncertainty dalam kajian yang dilakukan," ungkap Supari.

Uncertainty atau faktor ketidakpastian itu meliputi tiga hal:

1. Tidak ada informasi kapan waktu terinfeksi. Data yang tersedia adalah jumlah kasus harian yang berasal dari kasus penularan beberapa hari sebelumnya.

2. Range suhu dan kelembapan tertentu yang ada di suatu negara. Seperti di Indonesia, range suhunya 23-28 derajat Celsius. Meskipun Bogor ada di dataran tinggi, penyebaran Covid-19 di daerah tersebut juga banyak kasus.

3. Sampling data di awal outbreak beda karakter dengan bulan-bulan berikutnya.

Dari kajian yang dilakukan tim Supari, disimpulkan bahwa memang betul suhu berkorelasi positif dengan Covid-19, sementara kelembapan udara (RH) berkorelasi negatif pada kasus harian Covid-19.

Dia mengatakan, mayoritas kasus harian di Indonesia terjadi pada range suhu dan kelembapan tertentu.

"Namun demikian, korelasi antara suhu dengan kasus Covid-19 sangat mungkin disebabkan oleh sifat alami suhu yang meningkat seiring musim bersamaan dengan meningkatnya kasus Covid-19 karena proses menyebarnya virus semakin meningkat (pada Maret hingga April 2020)," paparnya.

Selain itu, range suhu dan kelembapan yang berkaitan dengan kasus corona juga sangat mungkin karena batasan klimatologis.

Penting dicatat, dalam kajian yang dilakukan BMKG ini tidak ada bukti yang cukup kuat bahwa suhu dan kelembapan memengaruhi penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia. (Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Ungkap Pengaruh Cuaca terhadap Penyebaran Covid-19 di Indonesia"