TRIBUNWOW.COM - Permintaan ekonom Rizal Ramli untuk melakukan debat dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ditanggapi oleh juru bicara (jubir) Luhut, Jodi Mahardi.
Untuk diketahui, Rizal Ramli sempat menyatakan apabila dirinya kalah debat, maka ia akan berhenti mengkritik pemerintah.
Sementara jika ia menang, maka seluruh tim kabinet harus mundur.
• Kata Jubir Luhut Pandjaitan soal Debat Utang Negara: Bukan untuk Nyari Panggung
• Batal Debat Lawan Luhut soal Utang Negara, Rizal Ramli Kesal Tak Diajak Koordinasi: Itu Ngawur
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/6/2020), Jodi mengatakan hal tersebut tidaklah sepadan.
Ia pun meminta agar Rizal Ramli juga melakukan hal yang tak kalah luar biasa.
"Terus, kalau di sini dituntut mundur, di sana apa yang setimpal? Masa cuma berhenti mengkritik? Harus yang bombastis juga dong," ujar Jodi.
Jodi juga mengatakan, permintaan Rizal Ramli untuk menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam debat tidak akan diikuti.
Menurutnya, pihaknya tak dapat melakukan hal tersebut karena kesibukan sang menteri.
"Ya masa kami juga harus ngaturin semua tuntutannya, ngumpulin satu kabinet, kan pada sibuk. Emangnya enggak ada kerjaan," ketusnya.
• Pihak Luhut Minta Hal Setimpal terkait Debat dengan Rizal Ramli: Harus yang Bombastis Juga Dong
• Luhut Pandjaitan Sebut Hilirisasi Minerba Bisa Pulihkan Ekonomi Pasca-pandemi, Siapkan 500 TKA China
Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menantang pengkritik utang negara untuk bertatap muka dengannya.
Luhut mengaku ingin berbincang terkait penambahan utang negara selama pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Ia pun meminta agar debat tak hanya terjadi di media sosial saja.
"Jadi kalau ada yang mengkritik kami, sini saya juga pengin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Nanti ketemu kami, ngomong," ujarnya melalui diskusi virtual, Jakarta, Selasa (2/6/2020). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Debat dengan Rizal Ramli, Pihak Luhut Minta Hal yang Setimpal"