Virus Corona

Pakar Epidemiologi: Prediksi Epidemiologi untuk Indonesia Bisa Ada 3 Gelombang, Kalau Tak Hati-hati

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Epidemiologi FK Universitas Padjajaran, dr Bonny W. Lestari saat menjadi narasumber dalam tayangan Dua Sisi KompasTV, Senin (8/6/2020). Bonny menyebutkan adanya prediksi dari sisi Epidemiologi terkait penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia.

TRIBUNWOW.COM - Pakar Epidemiologi FK Universitas Padjajaran, dr Bonny W. Lestari menyebutkan prediksi penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ia mengatakan adanya potensi 3 jenis gelombang penularan virus yang mungkin terjadi di Indonesia.

Bonny juga menuturkan perlunya kehati-hatian agar tidak muncul gelombang kedua saat gelombang pertama bahkan belum selesai.

New Normal Bukan Berarti Herd Immunity, Pakar Kesehatan: Pandemi Ini Sepanjang Tahun akan Ada

Dilansir tayangan Dua Arah KompasTV, Senin (8/6/2020), Bonny mengungkapkan, bahawa secara epidemiologi, para pakar telah memprediksi kondisi pandemi di Indonesia.

Ia mengatakan adanya 3 jenis gelombang yang diprediksikan dapat terjadi pada masa depan.

"Prediksi Epidemiologi untuk Indonesia ini bisa ada tiga gelombang. Ini maksudnya ada 3 prediksilah ke depan," ujar Bonny.

Terkait prediksi tersebut, Bonny menjelaskan adanya kemungkinan gelombang penularan yang akan melonjak kemudian langsung menurun dan terkendali.

Selain itu, gelombang penularan Covid-19 tersebut juga bisa menanjak, kemudian menurun dan meningkat kembali.

Terakhir, Bonny menjelaskan kemungkinan gelombang tersebut melandai, yang berarti virus tersebut akan selalu ada di masyarakat.

"Yang pertama kita akan mencapai puncak kemudian turun, bentuknya seperti lonceng, kita bisa sampai titik terendah, kita bisa bilang terkontrol," tutur Bonny.

"Tapi bisa juga dia (kurva epidemiologi) naik, turun, tapi kemudian dia naik lagi, atau kemudian dia naik, turun, tapi dia kemudian melandai, jadi ada terus," lanjutnya.

Alasan Khofifah Hentikan PSBB Surabaya meski Tingkat Penularan Lebih Tinggi dari Jakarta

Risma Sebut Masa Transisi seusai PSBB Malah Lebih Berat: Ini Amanah bagi Warga Surabaya

Bonny memperingatkan bahwa pemerintah harus berhati-hati saat memutuskan kapan akan membuka kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di lokasi episentrum Covid-19.

Ia mengemukakakan kemungkinan adanya penyebaran Virus Corona gelombang kedua, bila pembatasan dibuka di saat yang kurang tepat.

"Nah ini ada 3 yang bisa terjadi di masa depan, kalau kita tidak menyikapi dengan hati-hati kapan kita harus membuka, artinya kan ini PSBB dijalankan, kalau kita tidak hati-hati kapan buka tutupnya, bisa jadi kita punya yang gelombang kedua, karena urusan di gelombang pertama belum selesai," ungkap Bonny.

Saat ditanya mengenai kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini, Bonny menuturkan bahwa penularan sedang menurun.

Halaman
123