"Di sana sudah berkumpul ada beberapa orang yang memang biasa mungkin main di sana."
"Di sanalah pelaku menahan korban selama dua hari ada di TKP, namun untuk pengakuan memang tidak disekap oleh salah satu dari pelaku," imbuhnya.
Dari hasil penyelidikan sementara Komarudin mengatakan tidak ada unsur kekerasan yang dilakukan terhadap korban.
Korban juga dipastikan tidak dicekoki minuman keras oleh para pelaku.
"Tidak ditemukan ada unsur kekerasan, ini yang masih terus kita dalami dari hasil pemeriksaan yang masih terus kami kembangkan," terangnya.
• Berulang Kali Dicabuli, Balita Alami Trauma Berat, Ibu Korban: Bangun Tiba-tiba lalu Teriak-teriak
Berawal dari Facebook
Dikutip dari Kompas.com, Selasa (9/6/2020), semuanya berawal saat Bunga berkenalan dengan EP (21) lewat Facebook.
EP diketahui memilki hubungan asmara dengan Bunga yang sebelumnya terjalin akibat komunikasi yang intens melalui Facebook sejak satu bulan yang lalu.
Kemudian pada Kamis (4/6/2020), EP mengajak Bunga untuk pergi ke tempat indekosnya.
Bunga yang tak menaruh curiga mengiyakan ajakan EP.
EP akhirnya menjemput Bunga di rumah kakak korban.
Sesampainya di indekos EP, selain mereka berdua sudah ada empat pria lain yang diketahui sebagai rekan EP.
“Lalu korban dibawa ke sebuah kamar indekos milik teman EP di kawasan Pontianak Barat. Ternyata di sana sudah menunggu 4 teman EP,” ucap Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, Selasa (9/6/2020).
• Pergoki Remaja sedang Mesum, Seorang Pria Sontak Ngaku RT, Justru Perkosa sang Gadis di Depan Pacar
Keempat pria tersebut dan EP akhirnya melakukan aksi bejat mereka terhadap Bunga.
Bunga dipaksa melayani nafsu kelima pria itu secara bergantian.