"Jadi pesan 'ini belum aman' itu sudah kami sampaikan sejak tanggal 7 malam dan kemarin sebelum pengambilan keputusan kami pun juga menyampaikan kembali," tambahnya.
Gubernur kelahiran Surabaya itu menjelaskan bahwa wewenang soal penanganan bencana alam dan non alam ada di tangan wali kota dan bupati.
"Jadi pada dasarnya setiap ada bencana alam atau non alam maka kewenangan itu ada di kabupaten, kota," ungkap Khofifah.
Khofifah mengatakan ketika dirinya sebagai gubernur mengeluarkan peraturan, peraturan yang selanjutnya diimplementasikan langsung ke masyarakat adalah peraturan yang dikeluarkan oleh wali kota dan bupati.
"Yang lebih implementatif itu adalah peraturan wali kota dan peraturan bupati, keputusan wali kota dan keputusan bupati," urainya.
"Itulah yang akan memberikan nilai imperatif dari regulasi ketika terjadi bencana alam maupun non alam."
Khofifah mengatakan untuk memastikan situasi tetap terkendali setelah berakhirnya PSBB Surabaya Raya, ia telah berdiskusi dengan Forkopimda Jawa Timur untuk merancang pakta integritas.
"Ini harus tetap ada pengait yang bisa mengontrol, bisa memonitor, bisa mengkoordinasikan, dan bisa mensinergikan yaitu dalam bentuk pakta integritas," tandasnya.
• Surabaya dan Sidoarjo Sumbang Terbesar Kasus Corona di Jatim, Emil Dardak: Kematian Tertinggi
Simak videonya mulai menit awal:
Risma: Ini Amanah bagi Warga Surabaya
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan bahwa dengan berakhirnya PSBB, beban masyarakat malah akan semakin berat karena harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Dilansir Kompas.com, Selasa (9/6/2020), dalam sebuah konferensi pers yang digelar di rumah dinasnya, Risma bersyukur PSBB tidak diperpanjang.
Ia menyinggung adanya pihak-pihak yang mengeluhkan status PSBB Surabaya Raya dan meminta PSBB tersebut dihentikan.
Oleh karenanya, setelah PSBB resmi berhenti, Risma meminta masyarakat konsisten untuk terus menerapkan protokol kesehatan jika ingin dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala.
"Kalau kemarin banyak yang mengeluh ke saya ingin kehidupan normal, tapi dengan protokol kesehatan ketat. Ayo kita lakukan. Kita harus jaga kepercayaan itu dan tidak boleh sembrono," ujar Risma.