Virus Corona

BIN Prediksi Penyebaran Virus Corona Masih akan Tinggi setelah Alami Lonjakan 2 Hari Terakhir

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto dalam acara Kabar Petang tvOne, Minggu (7/6/2020). Dirinya memprediksi penyebaran Virus Corona di Indonesia masih tinggi pada beberapa hari ke depan.

TRIBUNWOW.COM - Badan Intelijen Negara (BIN) memprediksi penyabran Virus Corona di Indonesia masih tinggi pada beberapa hari ke depan.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara BIN, Wawan Purwanto dalam acara Kabar Petang tvOne, Minggu (7/6/2020).

Dilansir TribunWow.com, penambahan kasus akan terjadi khususnya pada daera-daerah yang masuk dalam zona merah, seperti Jawa Timur atau Surabaya.

Peta status Covid-19 di Surabaya dan sekitarnya, update Rabu (3/6/2020) malam. (Capture infocovid-19.jatimprov.go.id)

Surabaya Klaster Baru Corona, Hasil Rapid Test Massal BIN dan Pemkot Total 1.300 Reaktif Covid-19

Wawan Purwantoro mengatakan banyaknya penambahan kasus pada beberapa hari terakhir juga tidak terlepas dengan adanya peningkatan dalam pengetesan.

Seperti yang diketahui, penambahan kasus baru Virus Corona di Indonesia memecahkan rekor pada Sabtu (6/6/2020), yakni sebanyak 993 kasus.

Kemudian mendapati penambahan sebanyak 672 kasus pada update Minggu (7/6/2020), sehingga total menjadi 31.186 kasus.

"Sekarang angkanya masih menunjukkan tren naik, karena kita juga melakukan banyak sekali rapid test dan juga upaya melihat bagaimana persebarannya di berbagai wilayah di Indonesia," ujar Wawan Purwanto.

Selain itu, faktor lainnya adalah masih banyak masyarakat yang belum mematuhi aturan dan tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Terlebih sangat terlihat ketika momen Hari Raya Idul Fitri, mulai dari nekat mudik, melakukan arus balik, maupun masih ada yang menggelar Salat Id.

"Dan pasca-ada Idul Fitri kemarin juga masih beberapa daerah masih belum menunjukkan disiplin yang bagus," jelasnya.

"Sehingga di sana masih angka-angkanya masih kelihatan meningkat."

Mahfud MD Akui Penerapan New Normal Timbulkan Kontroversi: Tapi Kalau Menunggu Tak Ada Habisnya

Maka dari itu, Wawan Purwanto memastikan daerah yang masih mengalami penambahan kasus sedang melakukan penanganan secara serius.

Dirinya juga menegaskan bahwa BIN ikut berpartisipasi kepada daerah yang membutuhkan bantuan.

Yakni memberikan bantuan berupa rapid test masal, termasuk memberikan tambahan laboratorium untuk pengetesan PCR.

"Sejumlah wilayah terus menerus juga kita upayakan untuk ditangani secara serius dengan melibatkan punggawa-punggawa kesehatan," ungkapnya.

"Termasuk BIN sendiri yang turun ke sana untuk melakukan rapid test dengan mobil laboratorium maupun juga melakukan upaya-upaya swab dan setelah rapid test itu ada reaksi dari yang dilakukan di lapangan ya lantas ditindaklanjuti," tutup Wawan Purwanto.

Halaman
12