Virus Corona

Surabaya Zona Merah Pekat Kasus Corona, Khofifah Bandingkan Keberhasilan PSBB Malang Raya

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan Surabaya bukan berstatus zona hitam Covid-19, dalam Prime Talk, Rabu (3/6/2020).

TRIBUNWOW.COM - Kota Surabaya menjadi episentrum baru penyebaran Virus Corona di Jawa Timur bahkan Indonesia.

Lebih dari setengah total kasus Corona di Jawa Timur berasal dari Surabaya.

Dilansir TribunWow.com, Surabaya bahkan menjadi daerah tingkat kota atau kabupaten dengan tingkat penularan tertinggi di Indonesia.

Terbaru Surabaya mencatatkan penambahan 52 kasus baru pada Jumat (5/6/2020).

Peta persebaran Virus Corona di Jawa Timur per Jumat (5/6/2020). (laman Covid-19 Jawa Timur/infocovid19.jatimprov.go.id)

Kasus Corona di DKI Menurun, Sosiolog Singgung Arus Mudik ke Jatim: Jangan-jangan Episentrum Pindah

Berdasarkan laman resmi Covid-19 Jawa Timur, infocovid19.jatimprov.go.id, total jumlah kasus positif di Surabaya mencapai 2.880.

Sedangkan secara keseluruhan, kasus di Jawa Timur mencapai 5.547, setelah mendapatkan penambahan 134 kasus baru.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan tanggapan.

Khofifah justru membandingkan dengan kasus Corona dan penerapan PSBB di Malang Raya.

Menurutnya, ada yang membedakan antara PSBB Surabaya Raya dengan Malang Raya.

Di Malang Raya disebut mempunyai Kampung Tangguh yang dianggap mampu mensukseskan penerapan PSBB.

Hal ini disampaikannya dalam tayangan Youtube Official iNews, Jumat (5/6/2020).

"Jadi kan kita sebetulnya punya persandingan yang melakukan PSBB antara Surabaya Raya dengan Malang Raya," ujar Khofifah.

"Nah Malang Raya ini sebelum PSBB, mereka sudah menyiapkan Kampung Tangguh berbasis RW," jelasnya.

Soroti 3 Provinsi dengan Angka Penularan Corona Tinggi, Jokowi Minta Gugus Tugas Konsentrasi

Mantan Menteri Sosial itu kemudian menyinggung belum akan ditemukannya vaksin Virus Corona dalam waktu dekat.

Maka dari itu, ia mengatakan yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran diri dari masyarakat itu sendiri.

"Saya ingin menyampaikan kembali bahwa vaksin Covid-19 ini belum ditemukan, maka vaksin yang paling ampuh adalah kedisiplinan bagaimana masing-masing disiplin dia juga nengok tetangga kanan-kiri disiplin," kata Khofifah.

"Kalau dia disiplin, tetangganya tidak disiplin maka potensi tertular."

"Nah inilah yang sudah digarap dengan cukup baik di Malang Raya."

Selain itu, Khofifah menilai keberhasilan PSBB Malang Raya juga tidak terlepas dengan peran pentahelix atau lima unsur pendukung pembangunan suatu daerah.

"Di situ saya lihat pentahelix berjalan sangat bagus, ada kampus di situ, ada pemerintah tentu ada media ada partisipasi masyarakat, lalu ada pengusaha," jelasnya.

"Pendekatan pentahelixc ini adalah pendekatan yang diseyogyakan dilakukan pada saat terjadi bencana alam dan non alam," imbuh Khofifah.

"Dan inilah yang sudah disipakan dengan baik di Malang Raya."

Ditanya Refly Harun sampai Kapan akan Hadapi Corona, Achmad Yurianto: Pertanyaannya Saya Balik

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan hal itulah yang akan ditingkatkan di Surabaya Raya maupun daerah-daerah lain.

"Ini yang juga sudah di-replicate, sekarang mungkin Surabaya sudah ada 1000 lebih yang saya dengar, Gresik dan Sidoarjo juga," pungkasnya.

Simak videonya di menit ke-4.50:

Khofifah: Jadi Memang Surabaya Adalah Kota Kosmopolitan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan tanggapan terkait status Kota Surabaya yang disebut masuk zona hitam atau merah pekat.

Dilansir TribunWow.com, Khofifah mengakui bahwa Surabaya menjadi episentrum penyebaran Virus Corona di Jawa Timur.

Menurutnya, hal itu terjadi karena Surabaya merupakan Kota Kosmopolitan yakni interaksi sosial tidak hanya bersifat lokal, melainkan nasional bahkan internasional.

Hal ini disampaikan Khofifah dalam acara Prime Talk yang tayang di kanal Youtube metrotvnews, Rabu (3/6/2020).

• Dengar Jawaban dari Pakar Gugus Tugas, Pandu Riono Minta New Normal untuk Ditunda 2 Minggu

Seperti yang diketahui, lebih dari setengah kasus Corona di Jawa Timur berada di Kota Pahlawan.

Jumlah kasus positif di Surabaya mencapai 2.803 per Rabu (3/6/2020) dilansir dari infocovid19.jatimprov.go.id.

Sedangkan kasus keseluruhan di Jawa Timur mencapai 5.318 kasus setelah terjadi penambahan 183 kasus baru pada Rabu (3/6/2020).

"Jadi memang ini adalah kota kosmopolitan," ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, dalam Kota Kosmopolitan tersebut menjadikan Surabaya mempunyai interaksi masyarakat yang luas dan beragam.

Dirinya mengatakan bahwa interaksi sosial di Surabaya tidak hanya terjadi secara lokal, maupun nasional, atau bahkan internasional.

Seperti misalnya kasus kepulangan masyarakat yang melakukan umrah.

• Mardani Minta Pemerintah Tak Jalan Sendiri soal New Normal, Singgung Ganjar hingga Anies Baswedan

"Interaksi masyarakat tentu tidak hanya antar kota, tidak hanya antar provinsi, tetapi juga antar negara," jelasnya.

"Sehingga misalnya kami pernah dapat informasi 'oh ini ada strain Amerika, ada strain Saudi, saya tanya karena ini ada yang pulang umrah kira-kira akhir Maret," ungkap Khofifah.

"Kemudian adalagi strain Eropa misalnya."

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan banyaknya kasus baru di Surabaya tidak terlepas dari peningkatan pengetesan dan tracing atau pelacakan.

"Dari hal-hal seperti ini kemudian kita melihat memang ada yang importir ada yang transmisi lokal," terang Khofifah.

"Posisi ini kan kalau di tracing lebih detail bisa dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan penyebaran secara lebih masif," pungkasnya.

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)