"Saya ingin menyampaikan kembali bahwa vaksin Covid-19 ini belum ditemukan, maka vaksin yang paling ampuh adalah kedisiplinan bagaimana masing-masing disiplin dia juga nengok tetangga kanan-kiri disiplin," kata Khofifah.
"Kalau dia disiplin, tetangganya tidak disiplin maka potensi tertular."
"Nah inilah yang sudah digarap dengan cukup baik di Malang Raya."
Selain itu, Khofifah menilai keberhasilan PSBB Malang Raya juga tidak terlepas dengan peran pentahelix atau lima unsur pendukung pembangunan suatu daerah.
"Di situ saya lihat pentahelix berjalan sangat bagus, ada kampus di situ, ada pemerintah tentu ada media ada partisipasi masyarakat, lalu ada pengusaha," jelasnya.
"Pendekatan pentahelixc ini adalah pendekatan yang diseyogyakan dilakukan pada saat terjadi bencana alam dan non alam," imbuh Khofifah.
"Dan inilah yang sudah disipakan dengan baik di Malang Raya."
• Ditanya Refly Harun sampai Kapan akan Hadapi Corona, Achmad Yurianto: Pertanyaannya Saya Balik
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan hal itulah yang akan ditingkatkan di Surabaya Raya maupun daerah-daerah lain.
"Ini yang juga sudah di-replicate, sekarang mungkin Surabaya sudah ada 1000 lebih yang saya dengar, Gresik dan Sidoarjo juga," pungkasnya.
Simak videonya di menit ke-4.50:
Khofifah: Jadi Memang Surabaya Adalah Kota Kosmopolitan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan tanggapan terkait status Kota Surabaya yang disebut masuk zona hitam atau merah pekat.
Dilansir TribunWow.com, Khofifah mengakui bahwa Surabaya menjadi episentrum penyebaran Virus Corona di Jawa Timur.
Menurutnya, hal itu terjadi karena Surabaya merupakan Kota Kosmopolitan yakni interaksi sosial tidak hanya bersifat lokal, melainkan nasional bahkan internasional.
Hal ini disampaikan Khofifah dalam acara Prime Talk yang tayang di kanal Youtube metrotvnews, Rabu (3/6/2020).
• Dengar Jawaban dari Pakar Gugus Tugas, Pandu Riono Minta New Normal untuk Ditunda 2 Minggu