"Ini bisa terjadi akibat dari masih banyak stigma, kalau dia positif, nanti akan seperti apa," ungkap Atik.
Ia menegaskan masyarakat harus mendapat edukasi tentang dampak stigma buruk semacam ini.
"Penolakan-penolakan bisa terjadi karena hal-hal seperti itu," jelasnya.
Atik membenarkan banyak orang sengaja menghindar ikut tes Covid-19.
"Takut mungkin ini tindakannya invasif dan sebagainya," jelas Atik.
Ia menyebutkan penting adanya sosialisasi terkait rapid test atau swab yang bertujuan melacak penyebaran virus.
"Jadi harus disampaikan, misalnya tes itu gunanya untuk apa, caranya bagaimana," papar Atik.
"Kalau orang tahu, bisa membayangkan," tambahnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)