Kemudian Zainal mengatakan bahwa Refly pasti juga mengenal sosok Prof Ni'ma yang diundang jadi pembicara.
"Dan coba bayangkan, Mas Refly pasti kenal lah seorang profesor yang namanya Ni'matul Huda," kata dia.
Merujuk dari pemilihan pembicara tersebut, Zainal mengatakan sebenarnya sudah bisa dilihat tujuan dari diskusi tersebut.
"Dari pilihan pembicaranya saja kelihatan bawah prefensi anak-anak ini lebih kepada theoritically (teoritis)," terang dia.
"Kecuali kalau dia mengundang Refly Harun," ledek Zainal.
• Tanggapi Teror Diskusi Pemecatan Presiden, Mahfud MD: Siapa Orangnya? Saya Nanti Selesaikan
Seperti yang diketahui Refly adalah sosok yang sering mengkritisi kebijakan pemerintah.
Mendengar ledekan tersebut, Refly sontak tertawa lepas.
Kemudian menanggapi sosok Prof Ni'ma, Refly menjelaskan bahwa dia memang orang yang tidak aneh-aneh.
"Jadi sobat RH sekalian, profesor Ni'matul Huda itu adalah orang yang betul-betul berkutat di dunia akademi," ungkap Refly.
"Jadi memang tidak aneh-aneh juga dan orangnya memang sangat disiplin," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, diskusi yang diselenggarakan oleh sejumlah mahasiswa FH UGM itu pada awalnya akan digelar pada Jumat (29/5/2020) dengan judul "Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan".
Namun dengan berbagai pertimbangan, tema diskusi akhirnya diganti menjadi "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan".
Meskipun tema diskusi telah diganti, acara diskusi pada akhirnya tetap dibatalkan dengan alasan kondisi yang tidak kondusif.
Dilansir Kompas.com, Sabtu (30/5/2020), menurut penuturan Presiden Constutional Law Society (CLS) UGM, Aditya Halimawan, diskusi tersebut akhirnya dibatalkan sesuai kesepakatan dari pihak terkait karena adanya situasi yang kurang aman.
"Iya diskusinya kami batalkan," ungkap Aditya.