Virus Corona

86 Anak di NTB Positif Corona, Dinkes Sebut Orang Tua Biarkan Tak Pakai Masker: Anak-anak Kuat Kok

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi memberi keterangan pers di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (27/5/2020) terkait perkembangan kasus Covid19 di NTB.

TRIBUNWOW.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Barat (NTB) Nurhandini Eka Dewi menjelaskan alasan tingginya penderita Virus Corona di wilayah tersebut kebanyakan anak-anak.

Diketahui sebanyak 86 anak di NTB dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) per Kamis (28/5/2020).

Dari jumlah tersebut, didominasi penderitanya adalah bayi dan balita.

Kepala Dinkes NTB Nurhandini Eka Dewi menjelaskan penyebab tingginya kasus Corona pada anak-anak di NTB, Kamis (28/5/2020). (Capture Youtube KompasTV)

Kasus Positif di Jawa Timur Capai 4.112, Ketua Tracing Covid: Mau Tak Mau akan Memasuki New Normal

Sementara itu sebanyak tiga bayi berusia di bawah satu tahun telah meninggal dunia.

Dilansir TribunWow.com, Nurhandini menyebutkan orang tua masih belum memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan anak-anaknya.

"Anak-anak masih dibawa keluar," kata Nurhandini Eka Dewi, dalam tayangan Kompas TV, Kamis (28/5/2020).

Saat bepergian ke luar rumah, Nurhandini menyebutkan masih banyak orang tua yang tidak memakaikan masker anaknya.

"Coba lihat sore-sore iseng di pinggir jalan, berapa anak yang dibonceng orang tuanya?" tanya Nurhandini.

"Pakai masker tidak? Pasti enggak," lanjutnya.

"Walaupun pake masker, anaknya tidak," kata Nurhandini.

Menurut Nurhandini, hal tersebut menjadi faktor melonjaknya kasus Covid-19 pada anak-anak.

"Dari situ sudah kelihatan kenapa anak-anak yang kena," ungkap Nurhandini.

Ia mengungkapkan fakta bahwa kekebalan tubuh anak-anak sebetulnya lebih rentan daripada orang dewasa.

Maka dari itu anak-anak perlu perlindungan, terutama saat bepergian keluar rumah.

"Kesadaran bahwa anak itu adalah makhluk yang patut dilindungi karena sistem imunitasnya belum sempurna," papar Nurhandini.

Halaman
123