Virus Corona

Dokter Tirta Diminta Galakkan Tagar 'Bangkit dari Masjid': Edukasi Covid-19 lewat Pengeras Suara

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tirta Mandira Hudhi memberikan pesan bagi masyarakat terkait menghadapi Covid-19 di masa sekarang. Hal itu diungkapkan dokter Tirta bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melalui channel YouTube BNPB Indonesia pada Rabu (27/5/2020).

"Dan kalau enggak penting-penting banget janganlah nongkrong-nongkrong, gabut main mercon apalagi kemarin, itu ganggu banget."

"Karena apa nakes-nakes ini belum bisa pulang saya empat bulan enggak ketemu keluarga," jelasnya.

Lalu, dokter yang juga pengusaha ini menegaskan bahwa para tenaga medis tak pernah menghina masyarakat.

Mereka tetap konsisten untuk membantu pasien.

"Saya mewakili dokter, kita itu rela, kita klarifikasi, satu nakes tidak pernah membodoh-bodohkan masyarakat."

"Nakes tidak pernah merasa menyerah, nakes selalu merasa sumpah kita ini nolong pasien, ketiga nakes itu pikiran uang belakangan, kita memang mengharap, tapi kita nolong dulu," jelasnya.

• Abaikan Sikap Masyarakat, Dokter Tirta Sebut Nakes Sudah Surati Keluarga soal Kemungkinan Terburuk

Sekali lagi, ia mengingatkan agar masyarakat bisa menjalankan protokol kesehatan.

"Keempat tapi ini bisa sukses kalau temen-temen bisa menjalankan protokol," pungkasnya.

Lalu, dokter Tirta mengungkap beberapa usulan dari berbagai pihak soal tagar 'Bangkit dari Masjid'.

"Dan terkait usul kami bersama temen-temen BNPB lalu di DM (Dirrect Message) i dari Dewan Masjid Indonesia, Arief Rosyid dan kawan-kawan, kita kemarin ke Masjid Al Kautsar membuat hastag 'bangkit dari Masjid'," cerita dokter Tirta.

dokter Tirta turut (kiri) meluruskan apa yang diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal 'berdamai dengan Corona'. Hal itu diungkapkan dokter Tirta bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melalui channel YouTube BNPB Indonesia pada Rabu (27/5/2020). (Channel YouTube BNPB Indonesia/Sekretariat Presiden)

Ia mengatakan bahwa saat ini memang belum ada kebijakan resmi dari pemerintah untuk kembali beribadah di masjid.

Namun, dokter Tirta mengatakan bahwa masjid masih bisa menjadi pusat syiar.

"Jadi kita tahu warga ingin sekali beribadah, tapi ini kan belum ada kebijakan resmi BNPB."

'Tapi sembari jalan itu kita ingin menggunakan masjid sebagai pusat syiar dan ini tidak hanya, tapi bisa Gereja, tempat-tempat ibadah lain," katanya.

Bukan hanya masjid, ia ingin semua tempat ibadah pusat kebaikan.

Banyak Masyarakat Tak Peduli Tenaga Medis, Dokter Tirta: Insyaallah Ada Balasannya di Akhirat

Halaman
123