'Yaudahlah yang penting kita berbuat baik terserah ajalah kalian maunya apa," katanya.
Meski demikian, dokter Tirta menegaskan bahwa tenaga medis akan menyerah dengan tidak ikut membantu para pasien Covid-19.
Sekali lagi, dokter Tirta mengaku kecewa soal banyaknya pelanggaran PSBB yang terjadi di tengah penyebaran Virus Corona.
"Bukan nyerah, mau kapanpun sampai matipun saya enggak akan nyerah."
"Cuma yang kita sayangkan kapan kesadaran manusia ini hadir," ucap dia.
Menurutnya situasi ini membuat para tenaga medis kebingungan.
"Jadi kita ini terserah karena ini warga maunya gimana sih, jadi terjebak di dua arah gitu loh," sambungnya.
• Pemudik akan Kesulitan Kembali ke Jakarta, Anies Baswedan Tegas Tak Izinkan Masuk Selama PSBB
Dengan tegas, dokter Tirta menyayangkan bahwa banyak orang rela di-PHK karena Covid-19.
Namun, di sisi lain banyak orang justru keluar di tengah pandemi tersebut.
"Sadar enggak 2 juta orang di PHK, sadar enggak semua WO (Wedding Organizer, Event Organizer) sama acara-acara TV, pekerja lepas, kameramen, videographer itu enggak makan loh selama dua bulan."
"Kita di rumah patuh sama pemerintah, kenapa kamu kok nekat keluar," serunya.
Lalu ia juga mengungkit di mana pasien baru Virus Corona di Indonesia sempat mencapai hampir 1000 orang.
"Dan hari ini tanggal 21 Mei 2020 Kemenkes mengatakan nyaris 1000 orang positif sehari," singgungnya.
(TribunWow/Elfan Nugroho/Mariah Gipty)