Untuk diketahui, sepsis atau septicaemia adalah kondisi medis serius di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi.
Sepsis dapat menyebabkan kematian pada pasiennya.
Dalam uji klinis berikutnya, tim akan memberikan interleukin ke pasien dengan jumlah limfosit rendah dan dalam kondisi kritis lebih dari tiga hari.
"Kami berharap, dengan meningkatkan jumlah sel kekebalan maka infeksi virus dapat hilang," ungkap Shankar-Hari.
"Sebagai dokter perawatan intensif, saya menangani pasien-pasien yang kondisinya sangat tidak baik. Selain perawatan pendukung, kami tidak punya penanganan langsung dan aktif untuk melawan penyakit ini."
"Sehingga adanya perawatan seperti ini, dalam konteks uji klinis, sangat memberi semangat para dokter perawatan intensif di seluruh Inggris."
• Bhima Yudhistira Bicara soal Krisis Ekonomi, Migas, dan Cara Selamatkan UMKM di Tengah Corona
Penelitian ini juga memberi wawasan tentang pengetahuan mengenai interaksi antara Virus Corona dengan sistem kekebalan tubuh, yang disebut Prof Hayday sangat penting bagi para ilmuwan di seluruh dunia yang mencari informasi klinis berharga.
"Virus yang menyebabkan perubahan kedaruratan mendunia ini adalah virus yang unik—berbeda. Sama sekali belum pernah terjadi sebelumnya."
"Penyebab pasti gangguan ini - terhadap cara kerja sistem Sel T - belum begitu jelas bagi kami."
"Virus ini benar-benar melakukan sesuatu yang khas dan riset masa depan — yang akan kami mulai segera — perlu mencari tahu mekanisme yang membuat virus ini bisa menimbulkan efek-efek ini." (Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi Soal Kekebalan Tubuh Beri Harapan dalam Perawatan Pasien Corona"