Ia menyebutkan pemerintah seolah-olah tidak dapat memastikan kesejahteraan masyarakatnya.
"Terasa pemerintah kok seperti tidak punya uang lagi untuk memastikan bahwa perut rakyat Indonesia bisa makan?," tanya Refly.
"Kalau misalnya mereka harus di-lockdown di rumah," tambahnya.
Ia melanjutkan pembahasan dengan memaparkan peta politik di Indonesia.
"Dalam bidang politik, mereka sangat powerful. Hampir tidak ada oposisi," ungkap Refly.
"Tapi hukum dan ekonomi kita tidak dalam kondisi yang normal menurut saya," lanjutnya.
Refly menyebutkan banyak orang yang berkepentingan dalam pemerintahan sekarang.
"Masih banyak penunggang gelap yang berkuasa saat ini," ungkap ahli hukum tersebut.
Ia memberi contoh pada Undang-undang Pertambangan Mineral dan Batubara.
"Sebagian pakar mengatakan ini adalah perampokan para konglomerat tambang," ungkapnya.
• Sarankan Jokowi Menyerah Urus Covid-19, Rocky Gerung: Oke Ekonomi Kami Bangkrut, Kami Menyerah
Lihat videonya mulai menit-5.20:
Pakar Epidemiologi Ungkap Konsekuensi Ekonomi
Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany, menyampaikan pendapatnya tentang dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Seperti diketahui, sejumlah daerah menerapkana PSBB untuk menekan pertumbuhan kasus positif Virus Corona.