Virus Corona

Tertunduk Ungkit Dokter yang Tewas karena Corona, Ngabalin Menahan Tangis: Terimakasih Luar Biasa

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin terdiam saat membahas banyaknya dokter yang meninggal dalam masa pandemi Virus Corona, dalam acara Dua Sisi, Kamis (21/5/2020).

"Karena tidak sedikit dokter yang meninggal dunia ya."

Lebih lanjut, Ngabalin meminta masyarakat untuk benar-benar menyadari bahaya Virus Corona.

Terkait hal itu, ia lantas mengajak semua elemen pemerintahan untuk menyampaikan informasi secara benar dan kompak.

"Jadi memang kalau tidak ada kesadaran kita bersama, tidak saja masyarakat tapi penyelenggara negara," terang Ngabalin.

"Kita juga mesti punya satu kata dan kalimat yang sama agar publik bisa mendapatkan informasi yang baik dan benar."

Menurut Ngabalin, masyarakat seharusnya merasa tenang dan percaya diri mendengar setiap informasi yang disampaikan pemerintah soal Virus Corona.

"Satu kata, jadi ada komunikasi publik yang tentu saja message, pesan itu harus sampai pada masyarakat."

"Agar masyarakat bisa mendapatkan infomasi yang penuh confidence dalam menghadapi masa pandemi ini," tandasnya.

Di ILC, Ali Ngabalin Tegaskan Jokowi Tak Pernah Putuskan Longgarkan PSBB: Mari Kita Menahan Diri

Simak video berikut ini menit ke-5.26:

 

Ungkapan Hati Tenaga Medis

Di sisi lain, sebelumnya Chairman Junior Doctor Network Indonesia, Andi Khomaeni buka suara terkait viral ungkapan para medis soal 'Indonesia Terserah'.

Kata-kata tersebut viral setelah banyaknya pelanggaran aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Satu di antaranya adalah penumpukan calon penumpang di bandara Soekarno-Hatta beberapa hari lalu.

Ramai Tagar Indonesia Terserah, Dokter Sindir Pemudik: Dianjurkan Mudik Online Malah Mudik Offline

Hal itu diungkapkan Andi Khomaeni di acara Apa Kabar Indonesia Pagi tv One pada Senin (18/5/2020).

Andi Khomaeni menegaskan bahwa tenaga medis juga manusia yang bisa merasakan kelelahan.

"Jadi gini, yang harus kita paham temen-temen tenaga medis itu juga manusia."

Halaman
123