Ia merasa ungkapan Indonesia Terserah lebih bermaksud sebagai sindiran.
"Tidak mungkin juga kami marah, karena kami marah kepada siapa?" tanya Adib.
"Tapi ini adalah sebuah bentuk keprihatinan sekaligus mungkin bisa diartikan gaya bahasa satire atau ironi," paparnya.
Adib menuturkan masih banyak orang yang abai terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan selama pandemi.
"Di mana pada saat kita semua berjuang untuk menyelesaikan Covid, apalagi bagi kami di tim medis," kata Adib.
"Tapi masih ada juga beberapa pihak yang belum memahami kondisi ini sehingga masih banyak yang kemudian bergerombol, berkerumun," ungkapnya.
"Terserahnya lagi adalah, ya sudah, bagi kami siap-siap di rumah sakit untuk menerima menjadi pasien," sindir Adib. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)