TRIBUNWOW.COM - Selebgram Sarah Keihl sedang menjadi perhatian setelah ungkapan kontroversialnya melelang keperawanan mulai Rp 2 miliar untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.
Meski akhirnya diklarifikasi sebagai aksi sarkasme, apa yang dilakukan Sarah Keihl dinilai tidak tepat.
Hal tersebut diungkapkan Kurniasih Dwi Purwanti atau kerap disapa Unie, psikolog dari RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan RS Ananda Purwokerto.
• Ahli Hukum Sebut Lelang Keperawanan Langgar Asusila, Sarah Keihl Bisa Dipidana 6 Tahun Penjara
Seperti diketahui, Sarah Keihl dalam klarifikasinya mengungkapkan bermaksud membuat sindiran kepada masyarakat yang masih tidak mematuhi anjuran pemerintah dan masih tidak peduli dengan Virus Corona.
"Saat mengungkapkan ingin melelang keperawanan karena kecewa, kalau memang kecewa, 200 juta orang Indonesia mungkin juga kecewa," ungkap Unie kepada Tribunnews melalui telewicara video, Kamis (21/5/2020).
Unie menyebut cara yang dilakukan tidak tepat.
Meskipun niatnya untuk menyadarkan masyarakat yang masih belum peduli ada benarnya.
"Secara psikologis mungkin maksud awalnya baik, tapi caranya tidak tepat," ungkapnya.
"Saya rasa banyak cara yang bisa dilakukan," imbuhnya.
Unie juga menyebut candaan yang dilakukan sulit diterima di masyarakat Indonesia.
"Tidak tepat misalkan itu bercandaan, saya yakin banyak pola pikir, pola perilaku, dan pola rasa yang harus dipikirkan matang-matang," ungkapnya.
Terlebih, Sarah Keihl mengungkapkannya dengan nada dan gimik keseriusan.
Sehingga sulit diterima jika bertujuan untuk menyindir atau sarkasme.
"Penyampaiannya biasa, tidak mengolok-olok dan sebagainya," ujarnya.
Unie menyebut mungkin ini menjadi kasus pertama adanya perempuan yang melelang keperawanan.
"Melelang Rp 2 miliar, ya baru ini," ujarnya.
• Panen Hujatan karena Konten Candaan Jual Keperawanan, Sarah Keihl Kini Rehat dari Medsos
Citra Menjadi Buruk