TRIBUNWOW.COM - Seorang nenek asal Klaten, Mbah Minto kini tengah viral di media sosial.
Mbah Minto diketahui sering muncul di channel YouTube Ucup Klaten.
Pada acara Mata Najwa, Rabu (20/5/2020) Mbah Minto membuat Najwa Shihab gemas dengan tingkah polosnya.
• Ironi di Tengah Pandemi, Abainya Masyarakat akan Protokol Kesehatan dan Jumlah Kasus yang Meningkat
Selain itu terdengar pula suara di studio Mata Najwa sedikit ramai mendengar kata-kata Mbah Minto.
Mulanya, Najwa Shihab bertanya kepada Mbah Minto mengapa mau ikut berperan dalam video Ucup Klaten, satu di antaranya soal imbauan jangan mudik.
"Mbah Minto langsung diajak, Mbah Minto mau ya diajak bikin konten, bikin video anjuran jangan mudik, kenapa mau Mbah?" tanya Najwa.
Lalu, Ucup yang berada di samping Mbah Minto mencoba menerjemahkan kata-kata Najwa ke dalam bahasa Jawa.
Namun bukannya menjawab, dengan polosnya Mbah Minto justru menirukan ucapan Ucup padanya.
Sehingga, Ucup mencoba membantu menjelaskan mengapa Mbah Minto mau diajak dalam proyek videonya.
Ucup menceritakan, Mbah Minto senang diajak ikut berperan dalam video lantaran ia hidup sendiri.
Keluarga Mbah Minto disebut oleh Ucup jarang pulang.
Dikatakan anak-anak Mbah Minto kemungkinan akan kembali setelah Covid-19 berakhir.
• Di ILC, Anies Baswedan Cerita Kisah Tragis Pemudik Tularkan Corona: Satu per Satu Mereka Meninggal
"Ya seneng saja dia hidup sendiri, Beliau hidup sendiri di rumah."
"Ya di kehidupan nyata memang jarang pulang anaknya, jarang pulang terus nanti kalau sudah Covid-19 reda berharap bisa kumpul semua anak-anaknya, cucu-cucunya Mbah Minto," ujar Ucup.
Saat ditanya apa pekerjaan Mbah Minto, Ucup mengatakan Mbah Minto bekerja sebagai tukang bersih-bersih rumput.
Mbah Minto lantas menambahkan bahwa dirinya juga tukang kerik para tetangga.
"Tukang bersih-bersih rumput dulunya," ujar Ucup.
"Bersih-bersih rumput teng kilen griyo, kaleh tukang kerok i tiyang-tiyang nak masuk angin niku nek mriki kula tukang kerok"
"(Bersih-bersih rumput di barat rumah, sama tukang kerik orang-orang kalau masuk angin itu ke sini, saya tukang kerik-red)," imbuh Mbah Minto.
• Aturan Larangan Mudik Tak Dicabut, Mahfud MD Perintahkan untuk Awasi Jalan Tikus dan Kendaraan Besar
"Kerokan (kerik)," seru Mbah Minto sambil berpura-pura mengerik tangannya.
Lalu studio Mata Najwa terdengar riuh mendengar percakapan mereka bertiga.
Najwa Shihab sendiri mengaku gemas melihat tingkah laku Mbah Minto.
"Bahasanya gaul, mungkin Mbak Nana belum paham gitu," ujar Ucul.
"Gaul," kata Mbah Minto tirukan kata-kata Ucup.
"Mbah Minto gemes, saya gemes deh sama Mbah Minto, gemes banget," jawab Najwa sambil tertawa.
Kemudian, Mbah Minto tiba-tiba memuji Najwa.
Hal itu lantas membuat tersipu dan kembali tertawa.
Sedangkan di studio terdengar orang tertawa melihat momen tersebut.
"Mbak Nana cantik," ujar Mbah Minto.
"Maturnuwun (terima kasih -red), Mbah Minto juga," balas Najwa masih tertawa.
• Jawab soal Nasib Warga DKI yang Terlanjur Mudik, Anies Baswedan Minta Disiplin: Tak Ada yang Ringan
Lihat videonya mulai menit ke-8:48:
Cerita Polisi Ditabrak Geng Motor saat Patroli PSBB
Satu di antara personel Polres Jakarta Pusat, AKP Revi Mingga menjadi korban tabrakan geng motor yang melakukan balap liar.
Hal itu terjadi saat dirinya beristirahat sahur di tengah patroli Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Menjadi narasumber di acara Mata Najwa pada Rabu (21/5/2020), AKP Revi Mingga lantas mengungkap kronologi kejadian peristiwa yang menimpanya.
• Bantah Isu Pelonggaran PSBB, Ali Ngabalin Soroti Pelanggaran di Daerah: Tak Bisa Puaskan Semua
Mulanya, AKP Revi menjelaskan dirinya bertugas melakuakan patroli pada Sabtu (16/5/2020).
"Jadi kejadiannya begini Mbak Nana, jadi seperti kita patroli bersama malam Minggu, malam Sabtu."
"Kebetulan malam Minggu bergabung dengan Bapak Pak Menwas kemarin dibagi dua, Bapak Kapolres beserta Dandim dibagi dua," ujar AKP Revi.
AKP Revi menjelaskan patroli itu dilakukan dari mulai Johar Baru hingga daerah Menteng.
"Kebetulan saya bergabung dengan Pak Menwas, jadi kita patroli seputar Johar Baru, Senen, sampe Menteng."
"Mungkin kita standby antisipasi tawuran, kadang ada tawuran jadi kita standby sampai jam setengah dua," ungkapnya.
Lalu, menjelang pukul dia, dirinya ditugaskan Kasat Sabhara melakukan persiapan pengawasan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Di situ, ia sempat mendengar suara motor.
• Tanggapi soal Evaluasi PSBB Corona, Dekan FKUI Sebut Punya Satu Patokan: Simpel Sebenarnya
"Saya dipanggil Kasat Sabara, dipanggil persiapan pengawasan bersama di Bundaran HI."
"Jam dua tet, jadi sebenarnya itu pengawasan berlanjut saya mendengar suara motor mungkin dari sebelah kanan saya," ujar AKP Revi.
AKP Revi mengatakan bahwa dia sempat duduk-duduk untuk berbuka bersama termasuk dengan Kapolres Jakarta Pusat.
"Karena saya duduk pas di tengah-tengah itu tidak ada yang melintas mobil maupun motor, setelah itu duduk sahur dengan anggota semuanya bersama pejabat di Kapolres, Dandim ada di pos pantau sebelah kiri," ujarnya.
Namun, tiba-tiba ada suara preman hingga secara cepat dirinya ditabruk motor.
Ia lantas jatuh menimpa motor yang ia tengah parkirkan.
"La pada saat itu kejadiannya Mbak Nana secepat itu suara preman setelah itu saya tertimpa apa saya jatuh ke depan menimpa motor saya yang sedang parkir."
"Dan pada saat itu juga darah mengalir dari mata," katanya.
• Perpanjang PSBB Jakarta, Anies Baswedan: Dua Minggu Disiplin, Insyaallah Kembali seperti Biasa
Karena darah mengalir cukup deras di mata, AKP Revi sempat berupaya membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi.
"Dan kebetulan saya berupaya melihat secara paksa apa yang terjadi oh rupanya mata saya bisa melihat tapi darah mengalir tapi saya pegang dengan tangan kiri," ucapnya.
Setelah itu teman-temannya langsung menghampirinya dan membawanya segera ke rumah sakit.
Disebutkan bahwa yang menabrak dirinya itu bagian dari sekumpulan motor yang diduga akan menuju Blok M.
Mereka mengendara motor dengan kencang.
Hingga satu di antara pemotor itu menubruk dirinya.
"Menurut informasi sekumpulan motor yang sama kebetulan mungkin mengarah ke Blok M dengan kecepatan tinggi panik akhirnya ada satu motor langsung kendali kecepatanya belok ke kanan kebetulan kami sedang istirahat habis sahur jam 2 tepat," ungkapnya.
• Penambahan Kasus Corona Pecahkan Rekor, Yurianto Tampik Pelonggaran PSBB: Sedang Melakukan Kajian
Lihat videonya mulai menit ke-2:16:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)