Terkini Nasional

Amien Rais Minta Jangan Desak Jokowi Turun dari Jabatannya: Semarah-marahnya, Tunggu sampai Akhir

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun (kiri), dan Politikus Senior Amien Rais (kanan), dalam kanal YouTube Refly Harun, Kamis (21/5/2020). Amien Rais secara terang-terangan menyampaikan wejangan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sikap itu sampai hari ini Pak?," tanya Refly Harun.

"Ya saya begitu, Iya itu betul, karena saya tahu menurut saya kalau Pak Jokowi sampai diturunkan itu akan jauh lebih parah."

"Lebih baik sudahlah, ya sudah kita tunggu jika Allah menghendaki lain kita tidak akan pernah tahu," ujar dia.

Jadi Pendobrak Orde Baru, Amien Rais Ungkap Alasan Justru Berkoalisi dengan Prabowo: Masalah Policy

Namun, jika terjadi skandal seperti skandal Watergate di Amerika Serikat yang melibatkan Presiden Richard Nixon itu lain cerita.

Sehingga, seburuk-buruknya presiden tetap harus ditunggu hingga masa jabatannya selesai.

"Tapi secara rasional, secara kesadaran politik, kesadaran bernegara sebaiknya memang ya apa seperti di Amerika, kalau ada skandal seperti Nixon ya apa boleh buat, tapi umumnya sejelek-jelek itu kan juga ditunggu," ungkap dia.

Lihat videonya mulai menit ke-35:50:

Amien Rais Ungkap Pernah Minta Diam-diam Kader PAN Pilih Megawati Jadi Wapres

Dilansir oleh TribunWow.com, Amien Rais juga sempat mengatakan dirinya pernah meminta para kadernya di PAN memilih Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.

Sebagaimana diketahui pada 1999 pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Ketua MPR serta Ketua DPR dipilih melalui Sidang Paripurna MPR.

Amien Rais mulanya bercerita bahwa dirinya sebelum pemilihan Ketua MPR, ia mengaku sempat bertemu dengan para petinggi Partai Golkar.

"Kemudian tanpa ada pengawal saya naik taksi waktu itu semua cari saya, 'Pak Amien hilang'."

"Sesungguhnya saya sedang ke tempatnya Ginanjar Kartasasmita, di sana ada Ginanjar, ada Muladi, ada Akbar Tanjung, ada Ical (Aburizal Bakrie) dan lain-lain," ujar Amien.

Amien menceritakan kala itu, Partai Golkar sepakat untuk memilih dirinya sebagai Ketua DPR.

"Saya mengatakan bapak-bapak nanti malam itu kan Pemilihan Ketua MPR 'Apakah betul Golkar akan mendukung saya?'. 'Ya Pak Amien betul, kita enggak bohong gitu'."

Halaman
123