Menurut Imas, ia tak punya penghasilan, makan pun seadanya menunggu belas kasihan orang.
Tiga anak yang terbesar, sampai sekarang belum sekolah karena tak ada biaya.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyerahkan bantuan sembako dan sejumlang uang tunai.
Selain itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini juga meminta tiga anak Imas Yani yang sudah memasuki usia sekolah agar segera disekolahkan dan biayanya ditanggung oleh dirinya.
• Tak Dapat Bansos, Ibu di Cianjur Bawa 4 Anaknya Jalan Kaki 10 Km Buat Ambil Beras dari Dermawan
"Rumahnya kan tidak layak huni, makanya saya bantu mendirikan rumah layak huni untuk keluarga Bu Imas. Sementara suaminya kan buruh tani, dia bisa beternak."
"Untuk itu saya akan sumbang hewan ternak agar dipelihara oleh keluarga ini sehingga bisa menghasilkan manfaat bagi keluarganya," kata Dedi, melalui ponselnya, Kamis (21/5/2020).
Imas Yani pun tak kuasa menahan haru atas kunjungan dan bantuan dari Dedi Mulyadi. Ia pun mengucapkan terima kasih dan mendokan orang yang membantunya itu.
Sebelumnya diberitakan, Imas Yani (30), warga Kampung Cikanyere RT 03/04, Desa Cieundeur, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, berjalan kaki bersama empat anaknya yang tiga di antaranya masih balita.
Alasannya, dia tak punya ongkos untuk naik kendaraan umum.
Imas berjalan kaki setelah mengambil bantuan sekeresek beras, minuman, dan makanan lainnya dari seorang dermawan di wilayah beda kecamatan yakni di kawasan Bolenglang, Kecamatan Cilaku. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari rumahnya.
• Pemuda Pengendara Scoopy Tewas Tertabrak Truk di Yogya, Peluk Erat Serangkai Bunga saat Dievakuasi
Imas mengajak keempat anaknya berjalan kaki yakni Iis Samsiah (2,5), Najir (3), Anisa (4), dan Fitria (10), kembali ke rumahnya di Kampung Cikanyere RT 03/04, Desa Cieundeur, Kabupaten Cianjur.
Ditemui di sekitar Jalan Warungkondang, ketiga balitanya sudah terlihat lelah.
Dua balita berjalan tanpa alas kaki. Celananya sudah kotor karena menginjak lumpur.
Tiga anaknya bersandar ke tembok dengan kedua kaki selonjoran.
Satu orang duduk dengan memeluk kedua lutut.