"Jumlah pasien dari hari ke hari semakin menambah," ujar Dewa.
Apabila memaksa untuk memberikan perawat waktu, Dewa mengatakan dampaknya adalah mengurangi jumlah pasien yang dirawat.
"Mepet, kalau kita mau rolling seperti itu juga pasti mempunya konsekuensi mengurangi jumlah pasien yang harus dirawat," terang dia.
Per hari Dewa menyebut RS Royal bisa menerima mulai dari 8 hingga maksimal 15 pasien yang berpotensi positif Covid-19.
Besarnya jumlah pasien Covid-19 membuat RS Royal menempatkan para pasien yang tak kebagian ruang khusus Covid-19 di ruang IGD.
Menurutnya jumlah tenaga medis dibandingkan pasien juga tidak seimbang.
Jumlah tenaga medis di RS Royal disebut tidak sebanding dengan banyaknya pasien yang dirawat.
"Kalau melihat ini mepet dan cenderung kurang," kata Dewa.
Kekurangan disebut Dewa semakin terasa ketika kondisi pasien memburuk, karena harus mendapat perawatan yang ekstra dari para tenaga medis.
"Tingkat kebutuhan pasien ini kan macam-macam," katanya.
• Hoaks Suami Perawat RS Royal Dikabarkan Turut Meninggal, Ini Faktanya
Kondisi Kesehatan Menurun dan Kian Memburuk
Pada segmen sebelumnya, Dewa telah menjelaskan bahwa Ari tidak ditugaskan untuk melayani pasien Covid-19.
"Hanya saja kami pisahkan dari pelayanan yang positif, sehingga itu mengurangi risikonya (terpapar Covid-19)," ujarnya.
Namun kondisi Ari saat itu tiba-tiba mengalami penurunan.
Ketika mengalami penurunan, Ari langsung diistirahatkan.
"Entah kenapa di suatu ketika ada penurunan kondisi kemudian kita istirahatkan," kata Dewa.
Dewa mengatakan setelah diistirahatkan, Ari mengeluhkan kondisinya.