Virus Corona

Pembeli Membludak, Pasar Tanah Abang Terpaksa Ditutup, Camat: Bukan Kita Larang Berdagangnya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu mengaku terpaksa untuk mengambil tindakan tegas untuk menutup Pasar Tanah Abang.

TRIBUNWOW.COM - Terjadi penumpukan pembeli di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020).

Padahal DKI Jakarta sendiri sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengatasi penyebaran Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas Petang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, terjadi penumpukan pembeli di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). (Youtube/KompasTV)

Viral Indonesia Teserah, Dokter Ungkap Pengorbanan Selamatkan Korban Corona: Rasanya Sakit Hati

Karena memang sebelumnya sudah ada larangan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tidak berjualan selama penerapan PSBB.

Namun menjelang Lebaran, banyak pedagang yang nekat untuk kembali berjualan.

Menindaklanjuti penumpukan tersebut, Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu mengaku terpaksa untuk mengambil tindakan tegas.

Yassin mengatakan bahwa sebenarnya tidak melarang bagi pedagang untuk berjualan.

Namun menurutnya, ketika para pedagang tetap berjualan maka secara otomatis akan mengundang pembeli.

Maka dari itu, tidak ada pilihan lain selain menutup aktivitas di Pasar Tanah Abang.

"Bukan kita larang berdagangnya, tetapi berkumpulnya," ujar Yassin.

"Dengan berdagang maka orang berkumpul, pembeli datang," ungkapnya.

New Normal sebagai Cara Hidup Baru Pasca-pandemi Virus Corona, Jokowi: Berkompromi dengan Covid

Yassin mengatakan bahwa Pasar Tanah Abang akan tutup sampai tanggal 22 Mei 2020 mendatang.

Setelah dirasa animo dari masyarakat untuk berbelanja sudah menurun.

"Jadi untuk sementara memang khusus Pasar Tanah Abang ini ditutup dulu sampai tanggal 22 Mei," tegas Yassin.

Simak videonya:

Halaman
123