Indonesia Terserah

Ini Cerita Lahirnya Tagar 'Indonesia Terserah', Dokter Covid-19: Kalian Tahu Kami Juga Manusia

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dokter Relawan Covid-19 Debryna Dewi (kiri) dan Momen penutupan McD Sarinah (kanan) Minggu (10/5/2020).

TRIBUNWOW.COM - Tagar 'Indonesia Terserah' yang digaungkan oleh para tenaga medis kini menyita perhatian publik.

Hal itu disebut lahir dari rasa kekecewaan para tenaga medis melihat masyarakat yang masih saja meremehkan pandemi Virus Corona (Covid-19).

Lewat acara SAPA INDONESIA MALAM, Minggu (17/5/2020), Dokter Relawan Covid-19 Debryna Dewi menceritakan asal muasal lahirnya tagar tersebut.

Dokter relawan Covid-19 Debryna Dewi menjelaskan viralnya ungkapan 'Indonesia Terserah', Minggu (17/5/2020). (Capture Youtube KompasTV)

Curhat Dokter Covid-19 di Balik Viral Tagar Indonesia Terserah: Kami Capek, Pasti Sakit Hati

Ia menegaskan tagar tersebut bukanlah tanda bahwa para tenaga medis menyerah dalam perjuangan menghadapi pandemi Covid-19.

Justru sebaliknya tagar tersebut menandakan para tenaga medis akan terus berjuang menghadapi Covid-19.

"Banyak yang menyalahartikan Indonesia terserah itu seakan-akan kita nyerah, seakan-akan kita tenaga medis setop di sini, oh enggak sama sekali," papar Debryna.

Debryna melanjutkan, lewat tagar tersebut para tenaga medis tidak akan lagi ambil pusing terkait sikap masyarakat soal Covid-19.

Ia menyerahkan kepada masing-masing individu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

"Justru menurut saya dengan adanya terserah itu, kami ya sudah kalian mau begitu, itu sudah tanggung jawab kalian sebagai manusia," kata Debryna.

Tetap Kerja Walau Masyarakat Ngeyel

Debryna kemudian menyinggung tantangan para tenaga medis di Indonesia.

Satu di antaranya adalah sikap masyarakat yang membandel.

"Kami hanya ingin menunjukkan bahwa kami memang apapun itu, apapun rintangannya, dan saya yakin berbeda rintangan satu negara dengan negara lainnya," ujar dokter Debryna.

"Kalau negara lain masyarakatnya lebih patuh, saudara kita mungkin banyak halangan-halangan yang lain."

"Kami enggak peduli, kami sebagai tenaga medis ya kita enggak akan menyerah."

Halaman
123